Prabowo: Belanja Pertahanan Bergeser Menjadi Investasi Pertahanan

Selasa, 02 November 2021 - 12:57 WIB
loading...
Prabowo: Belanja Pertahanan...
Pemerintah ingin mewujudkan kemandirian dengan membangun industri pertahanan nasional. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah membidik terciptanya kemandirian industri bidang pertahanan dalam negeri. Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengatakan, hal itu dapat mewujudkan dengan menggeser pemahaman dari belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan.

"Industri yang kuat diharapkan mampu memberikan multiplier effect terhadap pembangunan ekonomi maupun penguasaan teknologi bangsa Indonesia," ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Energetic Material Center milik PT Dahana (Persero), diikuti Selasa (2/11/2021).

Baca Juga: Kunker ke Subang, Prabowo Harap Kemandirian Industri Pertahanan Bisa Diwujudkan

Tak hanya itu, sambung dia, kemandirian industri pertahanan nasional akan mewujudkan sistem pertahanan negara yang kuat, maju dan mandiri. Karena itu, Prabowo menekankan agar BUMN di sektor pertahanan, termasuk Dahana, bekerja sepenuh hati untuk membawa industri pertahanan semakin maju.

Saat ini, Dahana tengah melakukan inovasi di semua lini bisnisnya, termasuk industri propelan yang nantinya akan menjadi bahan baku bagi munisi kaliber kecil (MKK) dan munisi kaliber besar (MKB) untuk pemangku kepentingan pertahanan dan keamanan. Kebutuhan propelan dalam negeri selama ini masih diimpor sehingga membebani devisa negara dan rawan embargo.

Baca Juga: Kontroversi Para Raja Arab Saudi, dari Beristri 30 hingga Hobi Berjudi

Pemerintah melalui Peraturan Presiden (PP) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2020- 2024 menyebut salah satu sasaran penguasaan teknologi kunci program prioritas 2020-2024 adalah propelan.

Pembangunan pabrik propelan diharapkan dapat menciptakan kemandirian industri hulu pertahanan nasional, menciptakan deterrent effect, multiplier effect, memberikan jaminan suplai munisi dan substitusi impor.

Direktur Utama Dahana Wildan Widarman menjelaskan, pembangunan industri propelan telah berjalan. Fase pertama telah diinisiasi oleh Kementerian Pertahanan dengan membangun pabrik nitrogliserin, pabrik acid plant serta fasilitas pendukung industri propelan seperti gardu trafo listrik, water treatment plant, laboratorium dan fasilitas uji balistik.

"Bersama Balitbang Kemhan, saat ini sedang dilanjutkan ke tahapan pembangunan pabrik spherical powder,sehingga Indonesia dapat mandiri serta memiliki efek getar di kawasan regional," tegas Wildan.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Pidato Presiden Pertegas...
Pidato Presiden Pertegas Arsitektur Ekonomi dan Arah Ideologi Pembangunan
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Rosan Roeslani: Dukungan...
Rosan Roeslani: Dukungan Prabowo Jadi Kunci Lahirnya Juara Dunia
Rekomendasi
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved