Asyik, Platform BuddyKu Bikin Foto Selfie Bisa Dapat Doku
Sabtu, 06 November 2021 - 00:08 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai pembeda dari media sosial, BuddyKu menyiapkan kurator untuk menyaring setiap informasi yang masuk sebelum diterbitkan dan menjadi konsumsi publik.
Prabu menyadari bahwa untuk setiap konten yang memiliki kualitas diperlukan sebuah reward atau effort yang diberikan kepada para pengguna untuk memproduksi konten yang sehat. BuddyKu akan memberikan value yang dilihat dari interaksi yang dilakukan masyarakat untuk sebuah konten yang terbit.
"Kami juga membangun keekonomian informasi digital. Artinya ketika rekan-rekan punya informasi dan informasi itu bagus, di situ kita akan memberikan value atau memberikan reward atas konten informasi yang diciptakan," sambungnya.
Berbeda dari platform media sosial lainnya yang memiliki syarat pengikut atau subcriber untuk bisa mendapatkan keuntungan secara finansial, pada platform BuddyKu aspek finansialnya dinilai berdasarkan kualitas konten yang diterbitkan.
"Dengan membuat konten lalu konten itu disukai atau dikonsumsi oleh publik, maka setiap interaksinya akan dikonversi menjadi rupiah," kata Prabu.
Prabu kemudian memberikan contoh, ketika seseorang mengupload sebuah foto selfie pada platform BuddyKu, maka belum memiliki nilai informasi kepada masyarakat.
Prabu menyadari bahwa untuk setiap konten yang memiliki kualitas diperlukan sebuah reward atau effort yang diberikan kepada para pengguna untuk memproduksi konten yang sehat. BuddyKu akan memberikan value yang dilihat dari interaksi yang dilakukan masyarakat untuk sebuah konten yang terbit.
"Kami juga membangun keekonomian informasi digital. Artinya ketika rekan-rekan punya informasi dan informasi itu bagus, di situ kita akan memberikan value atau memberikan reward atas konten informasi yang diciptakan," sambungnya.
Berbeda dari platform media sosial lainnya yang memiliki syarat pengikut atau subcriber untuk bisa mendapatkan keuntungan secara finansial, pada platform BuddyKu aspek finansialnya dinilai berdasarkan kualitas konten yang diterbitkan.
"Dengan membuat konten lalu konten itu disukai atau dikonsumsi oleh publik, maka setiap interaksinya akan dikonversi menjadi rupiah," kata Prabu.
Prabu kemudian memberikan contoh, ketika seseorang mengupload sebuah foto selfie pada platform BuddyKu, maka belum memiliki nilai informasi kepada masyarakat.
Lihat Juga :