Masa Pandemi, SKK Migas Sebut Perusahaan Migas Perlu Figur Berkompeten
Jum'at, 05 Juni 2020 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
“Idealisme yang kuat di teknis bisa terkalahkan dengan soal lain. Untuk itu, harus berani. Pertamina itu pelat merah, kalau terlalu idealis, bisa mati juga. Jadi leader di Pertamina tidak hanya harus pintar, tapi pintar-pintar,” kata Julius.
Guru Besar Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung Tutuka Ariadji berpendapat, Pertamina akan menghadapi permasalahan teknis kelas dunia seiring masuknya Blok Rokan. Pasalnya, Lapangan Minas memiliki permasalahan teknis kelas dunia. (Baca juga: Investor Hulu Migas Asal Kanada Hengkang dari RI, Ini Alasannya)
“Permasalahannya kelas dunia. Untuk itu, perlu pimpinan di Pertamina yang bisa melihat teknologi yang dibutuhkan untuk mengatasinya. Pimpinannya memang perlu mengetahui politik, tetapi jika tidak menguasai teknologi yang dibutuhkan, untuk apa,” kata Tutuka.
Dia menegaskan, pimpinan yang dibutuhkan Pertamina adalah yang bisa membawanya menjadi perusahaan kelas dunia karena masalah yang dihadapi juga kelas dunia. “Kalau dari sisi manusia, Indonesia saya yakin punya reputasi baik, sekarang masalahnya pada manajemen,” katanya.
Sementara itu, Direktur ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menambahkan, Pertamina membutuhkan sosok unik, tidak hanya pintar tapi juga mengerti. Salah satu standar utama adalah kompetensi yang mumpuni dan harus bisa diterima serta berkomunikasi dengan banyak pihak. (Yanto Kusdiantono)
Guru Besar Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung Tutuka Ariadji berpendapat, Pertamina akan menghadapi permasalahan teknis kelas dunia seiring masuknya Blok Rokan. Pasalnya, Lapangan Minas memiliki permasalahan teknis kelas dunia. (Baca juga: Investor Hulu Migas Asal Kanada Hengkang dari RI, Ini Alasannya)
“Permasalahannya kelas dunia. Untuk itu, perlu pimpinan di Pertamina yang bisa melihat teknologi yang dibutuhkan untuk mengatasinya. Pimpinannya memang perlu mengetahui politik, tetapi jika tidak menguasai teknologi yang dibutuhkan, untuk apa,” kata Tutuka.
Dia menegaskan, pimpinan yang dibutuhkan Pertamina adalah yang bisa membawanya menjadi perusahaan kelas dunia karena masalah yang dihadapi juga kelas dunia. “Kalau dari sisi manusia, Indonesia saya yakin punya reputasi baik, sekarang masalahnya pada manajemen,” katanya.
Sementara itu, Direktur ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menambahkan, Pertamina membutuhkan sosok unik, tidak hanya pintar tapi juga mengerti. Salah satu standar utama adalah kompetensi yang mumpuni dan harus bisa diterima serta berkomunikasi dengan banyak pihak. (Yanto Kusdiantono)
(ysw)
Lihat Juga :