Angka Kasus Covid-19 Rendah, Pertumbuhan Ekonomi 5% Bisa Tercapai
Rabu, 10 November 2021 - 07:54 WIB
loading...
Kasus Covid-19 yang rendah akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA mengatakan, meski situasi Covid-19 Indonesia sudah membaik, kewaspadaan tidak boleh dilonggarkan.
Baca juga: Bupati Sibuk Tugas Luar Daerah, Capaian Vaksin di Simalungun Tak Penuhi Target
“Situasi membaik bukan berarti persoalan sudah hilang. Virus masih ada, makanya tetap waspada tidak boleh lengah. Sejak awal Bapak Presiden katakan kepada kita sistem penanganan yang kita gunakan untuk pandemi adalah strategi gas dan rem,” ujarnya dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN secara virtual di Jakarta, Selasa (9/11/2021).
Safrizal menyampaikan, dengan kerja sama semua pihak dan memperhatikan situasi yang berkembang, diharapkan bisa tercapai pertumbuhan ekonomi 4% bahkan 5% di akhir tahun 2021.
“Kita akan genjot perekonomian namun tetap dengan tingkat kedisiplinan tinggi dan saling melindungi,” tambahnya.
Dia menekankan, meski angka kasus di Indonesia rendah, tapi itu menandakan bahwa Covid-19 masih ada. Karenanya, ketaatan terhadap pembatasan dan protokol kesehatan harus tetap dijaga. Setiap pihak diharapkan bekerja sama berkolaborasi menjaga situasi yang sudah baik, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, TNI dan Polri, lembaga, termasuk tentu saja masyarakat.
Baca juga: Azarmidukht, Si Cantik dengan Kapak di Tangan Kanan dan Pedang di Tangan Kirinya
“Kita adalah hero (pahlawan) bagi sesama. Semuanya adalah pahlawan. Kita bisa melindungi orang lain dengan seprotektif mungkin untuk mencegah penularan, sehingga kita bisa lanjutkan aktivitas sosial ekonomi yang sudah mulai pulih,” tuturnya.
Baca juga: Bupati Sibuk Tugas Luar Daerah, Capaian Vaksin di Simalungun Tak Penuhi Target
“Situasi membaik bukan berarti persoalan sudah hilang. Virus masih ada, makanya tetap waspada tidak boleh lengah. Sejak awal Bapak Presiden katakan kepada kita sistem penanganan yang kita gunakan untuk pandemi adalah strategi gas dan rem,” ujarnya dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN secara virtual di Jakarta, Selasa (9/11/2021).
Safrizal menyampaikan, dengan kerja sama semua pihak dan memperhatikan situasi yang berkembang, diharapkan bisa tercapai pertumbuhan ekonomi 4% bahkan 5% di akhir tahun 2021.
“Kita akan genjot perekonomian namun tetap dengan tingkat kedisiplinan tinggi dan saling melindungi,” tambahnya.
Dia menekankan, meski angka kasus di Indonesia rendah, tapi itu menandakan bahwa Covid-19 masih ada. Karenanya, ketaatan terhadap pembatasan dan protokol kesehatan harus tetap dijaga. Setiap pihak diharapkan bekerja sama berkolaborasi menjaga situasi yang sudah baik, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, TNI dan Polri, lembaga, termasuk tentu saja masyarakat.
Baca juga: Azarmidukht, Si Cantik dengan Kapak di Tangan Kanan dan Pedang di Tangan Kirinya
“Kita adalah hero (pahlawan) bagi sesama. Semuanya adalah pahlawan. Kita bisa melindungi orang lain dengan seprotektif mungkin untuk mencegah penularan, sehingga kita bisa lanjutkan aktivitas sosial ekonomi yang sudah mulai pulih,” tuturnya.
(uka)
Lihat Juga :