New Normal, PNM Optimalkan Layanan Nasabah Berbasis Digital

Jum'at, 05 Juni 2020 - 12:25 WIB
loading...
New Normal, PNM Optimalkan...
PNM melakukan transisi layanan dan pendampingan ke arah layanan berbasis digital di era New Normal saat ini. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah-daerah zona merah Covid-19 mendorong PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM melakukan transisi layanan dan pendampingan ke arah layanan berbasis digital.

"Ada beberapa laporan dalam 2 bulan terakhir, dimana pandemi ini mengganggu kinerja, khususnya menurunnya angka collecting (setoran atas pinjaman mitra di lapangan). Kami cukup memahami hal itu, dan kondisinya di kami masih di angka moderat, dan koridor PNM masih bisa berjalan dengan baik," ujar Komisaris Utama PNM Rully Indrawan dalam konferensi video virtual di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Meski ada halangan di segi lapangan, PNM masih berkomitmen untuk menguatkan layanan dan organisasinya. "Kekuatan PNM adalah pendampingan dan program untuk meng-capture pengembangan kapasitas, tentunya ada perubahan-perubahan baru dengan protokol new normal ," tambahnya.

(Baca Juga: PNM Beri Keringanan Tunda Bayar Cicilan Kredit Bagi Nasabah)

Rully menjelaskan bahwa di beberapa daerah, PNM sudah memberlakukan uji coba dan skema pelatihan online. Untuk bobot pendampingan juga sudah difokuskan pada layanan elektronik. Hal ini dilakukan untuk memperkuat manajemen layanan dan kemampuan nasabah untuk mengoptimalkan IT dalam komunikasi dan pendampingan.

"Kami juga briefing teman-teman lapangan supaya bisa fleksibel dalam melakukan komunikasi. Strateginya adalah fleksibilitas, untuk daerah yang dimungkinkan untuk melakukan metode lama oleh otoritas kesehatan, maka akan dilakukan metode biasa," ungkapnya.

Rully juga turut mendorong direksi untuk secepatnya melakukan upaya-upaya meningkatkan kapasitas infrastruktur untuk berperannya IT sebagai instrumen pengembangan bisnis PNM. Kondisi pandemi ini, lanjut ia, juga mendorong PNM untuk nantinya merevisi target dengan lebih realistis menyesuaikan kondisi dengan persetujuan para pemegang saham.

"Untuk nasabah, metode pembayaran angsuran pinjaman mereka, kami kembalikan sebesar 50% untuk pembiayaan baru. Pinjaman Mekaar kan hanya 1 tahun, demand-nya juga sangat tinggi. Namun kami juga menjaga cash, jadi kami tidak menerima 100% lalu kembalikan top up 100% ke nasabah. Kami manage sedemikian rupa supaya bisa re-lending, jadi kami seleksi, nasabah mana yang masih bisa membayar, dan yang belum bisa," pungkas Rully.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
Riset Ungkap Pendapatan...
Riset Ungkap Pendapatan Nasabah Mekaar Meningkat, Bukti Pemberdayaan UMKM Efektif
Budaya Kepatuhan dari...
Budaya Kepatuhan dari Pusat hingga Lapangan Jadi Pilar Penguatan Tata Kelola Perusahaan
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Workshop di Makassar,...
Workshop di Makassar, Tri Tito Karnavian Ingatkan Orang Tua Wajib Hadir dalam Aktivitas Digital Anak
Rekomendasi
China Targetkan 1,6...
China Targetkan 1,6 Juta Truk Listrik pada Tahun 2030
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Setekah Perang Sengit,...
Setekah Perang Sengit, Rusia Akhirnya Rebut New York dari Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved