Inflasi AS Sentuh Level Tertinggi, Wall Street Dibuka Gontai

Rabu, 10 November 2021 - 23:47 WIB
loading...
Inflasi AS Sentuh Level...
Tiga indeks acuan Wall Street dibuka lebih rendah. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
JAKARTA - Tiga indeks acuan Wall Street dibuka lebih rendah pada perdagangan Rabu malam (10/11/2021) setelah data menunjukkan tingkat inflasi Amerika Serikat (AS) mencapai level tertinggi sejak 30 tahun terakhir. Hal ini bakal memberikan tekanan baru bagi Bank Sentral AS atau The Fed dalam memperketat kebijakan moneternya.

Pukul 21:40 WIB, Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 53 poin, atau -0,2%, di level 36.267. S&P 500 turun -0,3% dan Nasdaq Composite anjlok -0,37%, terbebani oleh penurunan emiten teknologi yang sensitif atas isu inflasi.

Namun, koreksi yang terjadi kemungkinan merupakan bentuk aksi profit taking semata mengingat ketiga indeks tersebut telah mencapai rekor tertingginya dalam seminggu terakhir menyusul sinyal dari The Fed mengindikasikan tidak perlu menaikkan suku bunga untuk satu tahun ke depan.

Baca juga: Terimbas Wall Street, Bursa Asia Kompak Berguguran

Sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja mencatat bahwa indeks harga konsumen/consumer price index naik 0,9% pada bulan Oktober dan menguat 6,2% pada tahun ini. Ini merupakan peningkatan tertingginya dalam lebih dari 30 tahun.

CPI merupakan salah satu statistik yang paling sering digunakan untuk mengidentifikasi periode inflasi atau deflasi. CPI mengukur rata-rata perubahan harga dari waktu ke waktu saat konsumen membayar sekeranjang barang dan jasa, yang biasa dikenal sebagai inflasi.

"CPI core bulan Oktober hanyalah pemanis sekejap, beberapa bulan ke depan akan menjadi mengerikan," kata Analis Ekonomi Makro Pantheon Ian Shepherdson, dilansir Reuters, Rabu (10/11/2021).

Baca juga: Air Asia X Terancam Didepak dari Bursa Malaysia, Gimana Nasib Bisnisnya di RI?

Selain kekhawatiran atas inflasi, bursa AS juga mendapat sentimen dari kompetitor utama ekonomi AS yakni China. Belakangan, muncul sebuah kabar bahwa partai penguasa yaitu Partai Komunis China memulai pertemuan yang menurut para analis bakal semakin membuka peluang bagi Xi Jinping memerintah sebagai presiden selama sisa hidupnya.

Adapun sidang pleno dikabarkan berlangsung secara tertutup dan menyatukan sekitar 400 petinggi partai yang bakal berakhir hingga Kamis depan (11/11/2021). Terakhir, adanya sentimen dari pasar komoditas saat harga minyak kembali menguat menyusul data perdagangan di China.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Rekomendasi
Gudang di Pluit Karang...
Gudang di Pluit Karang Karya Barat Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan
Malam Ini, Lampu Jalan...
Malam Ini, Lampu Jalan Protokol Jakarta hingga Monas Bakal Dipadamkan Sejam
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
Berita Terkini
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved