Program Sejuta Rumah Sulit Dibuktikan di Lapangan
Kamis, 11 November 2021 - 14:00 WIB
loading...
Banyak kendala untuk mewujudkan program sejuta rumah. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pengamat properti Panangian Simanungkalit menilai target pemerintah untuk menyediakan satu juta rumah mengalami sejumlah tekanan karena banyak rintangan terdampak faktor global dan pandemi. Alhasil, janji pemerintah itu sulit untuk dibuktikan.
Baca juga: Menteri Basuki Bakal Pakai Kompor Induksi di Rumah Barunya
"Janji pemerintah itu mustahil bisa dibuktikan di lapangan. Bisa dianalisa dari pengguna kredit KPR di BI dalam lima tahun terakhir. Lalu REI dan Apersi rata-rata hanya mampu membangun 150 ribu rumah. Sementara porsi mereka itu mayoritas selama ini. Bahkan kontribusi pemda juga minim, jadi tidak mungkin satu juta rumah dapat dibuktikan di lapangan," kata Panangian dalam live IDX Channel di Jakarta (11/11/2021).
Dia menjelaskan sektor properti membutuhkan kondisi yang kondusif karena menyangkut ekspektasi masyarakat. Saat ini tekanan daya beli masyarakat masih tinggi sehingga belanja rumah masih belum jadi prioritas.
Menurut Panangian, tahun depan barulah diharapkan akan terjadi kenaikan, khususnya untuk rumah di bawah Rp1 miliar. Kenaikannya diperkirakan bisa sebesar 15%.
Baca juga: Menteri Basuki Bakal Pakai Kompor Induksi di Rumah Barunya
"Janji pemerintah itu mustahil bisa dibuktikan di lapangan. Bisa dianalisa dari pengguna kredit KPR di BI dalam lima tahun terakhir. Lalu REI dan Apersi rata-rata hanya mampu membangun 150 ribu rumah. Sementara porsi mereka itu mayoritas selama ini. Bahkan kontribusi pemda juga minim, jadi tidak mungkin satu juta rumah dapat dibuktikan di lapangan," kata Panangian dalam live IDX Channel di Jakarta (11/11/2021).
Dia menjelaskan sektor properti membutuhkan kondisi yang kondusif karena menyangkut ekspektasi masyarakat. Saat ini tekanan daya beli masyarakat masih tinggi sehingga belanja rumah masih belum jadi prioritas.
Menurut Panangian, tahun depan barulah diharapkan akan terjadi kenaikan, khususnya untuk rumah di bawah Rp1 miliar. Kenaikannya diperkirakan bisa sebesar 15%.
Lihat Juga :