Biaya Sewa Pesawat Termahal di Dunia, Bos Garuda Akui Ada Kekeliruan
Jum'at, 12 November 2021 - 19:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Terlilit Utang Rp139 Triliun, Nasib Garuda di Tangan Asing
Irfan enggan merinci secara pasti waktu pemberlakuan bunga sewa pesawat sebesar 24,7 persen yang ditetapkan lessor. Menurut dia, pada 2020 tunggakan manajemen kepada lessor mencapai USD854 juta atau setara Rp12,1 triliun. Nilai itu merupakan harga sewa dan di luar bunga sewa.
"Yang sebenarnya utang beneran belum dibayar itu USD854 juta, di mana USD 854 juta ini sewa yang kami tidak bayar, tidak dikenakan bunga sama sekali. Yang utang USD854 juta ini sewa pesawat bulanan yang kita tidak bayar, jadi seperti sudah tertunggak, jadi tidak ada isu soal bunga. Jadi USD854 juta ini di tahun 2020," paparnya.
Meski tak membayar tunggakan, Irfan dan timnya tak kehilangan akal. Pada Januari 2021 lalu, mereka berhasil bernegosiasi dengan sejumlah lessor untuk menurunkan harga sewa pesawat, tetapi lagi dan lagi tidak dibayarkan.
"Kita sempat melakukan negosiasi terhadap sewa pesawat, jadi ada penumpang sekitar 20-30 persen. Di Januari 2021, sudah turun harga sewa pesawatnya, tetap tidak kita bayar sewa pesawat sampai sekarang," tuturnya.
Irfan enggan merinci secara pasti waktu pemberlakuan bunga sewa pesawat sebesar 24,7 persen yang ditetapkan lessor. Menurut dia, pada 2020 tunggakan manajemen kepada lessor mencapai USD854 juta atau setara Rp12,1 triliun. Nilai itu merupakan harga sewa dan di luar bunga sewa.
"Yang sebenarnya utang beneran belum dibayar itu USD854 juta, di mana USD 854 juta ini sewa yang kami tidak bayar, tidak dikenakan bunga sama sekali. Yang utang USD854 juta ini sewa pesawat bulanan yang kita tidak bayar, jadi seperti sudah tertunggak, jadi tidak ada isu soal bunga. Jadi USD854 juta ini di tahun 2020," paparnya.
Meski tak membayar tunggakan, Irfan dan timnya tak kehilangan akal. Pada Januari 2021 lalu, mereka berhasil bernegosiasi dengan sejumlah lessor untuk menurunkan harga sewa pesawat, tetapi lagi dan lagi tidak dibayarkan.
"Kita sempat melakukan negosiasi terhadap sewa pesawat, jadi ada penumpang sekitar 20-30 persen. Di Januari 2021, sudah turun harga sewa pesawatnya, tetap tidak kita bayar sewa pesawat sampai sekarang," tuturnya.
(ind)
Lihat Juga :