Cari Duit Buat Garuda Indonesia, Erick Thohir Godok 2 Opsi
Senin, 15 November 2021 - 23:13 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan lampu hijau soal rencana penyuntikan dana segar kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk,. Tercatat ada dua opsi yang sedang digodok. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir memberikan lampu hijau soal rencana penyuntikan dana segar kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk,. Meski begitu saat ini belum diputuskan skema pendanaan baru bagi Garuda Indonesia.
Erick Thohir menyebut, upaya proteksi atau perlindungan terhadap bisnis emiten dengan kode saham GIAA itu akan didiskusikan pihak terkait. Meski begitu, dia memastikan pendanaan baru bagi Garuda Indonesia itu bukan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Komisaris dan Direksi BUMN Rangkap Jabatan, Erick Thohir: Sudah Sejak 1998
Ada dua opsi pendanaan yang disebutkan Erick, pertama pembiayaan berasal dari BUMN lain yang cash flow tercatat stabil. Kedua, kemungkinan dibukanya investor baru.
"Ini saya mau duduk, ini konteksnya apa, misalnya BUMN yang menyuntik dengan cash flow atau kembali mengundang lagi secara pasar. Ini konteks yang sedang kita lakukan, yang pasti perbaikan Garuda Indonesia harus dijalankan hari ini," ujar Erick, Selasa (15/11/2021).
Erick sendiri enggan merinci lebih jauh dua opsi pendanaan tersebut. Namun, dari pernyataan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, pemegang saham meminta pendapat legislator apakah memungkinkan saham saham Garuda diberikan kepada investor baru. Artinya, ada pengurangan saham negara (dilusi).
Saat ini, saham negara mencapai 60,5%, Trans Airways sebanyak 28,2%, sisanya milik publik sebesar 11,1%. Tiko sapaan akrab Kartika mengakui, bila opsi dilusi ditempuh, maka pemerintah tak lagi menjadi pemegang saham mayoritas.
Erick Thohir menyebut, upaya proteksi atau perlindungan terhadap bisnis emiten dengan kode saham GIAA itu akan didiskusikan pihak terkait. Meski begitu, dia memastikan pendanaan baru bagi Garuda Indonesia itu bukan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Komisaris dan Direksi BUMN Rangkap Jabatan, Erick Thohir: Sudah Sejak 1998
Ada dua opsi pendanaan yang disebutkan Erick, pertama pembiayaan berasal dari BUMN lain yang cash flow tercatat stabil. Kedua, kemungkinan dibukanya investor baru.
"Ini saya mau duduk, ini konteksnya apa, misalnya BUMN yang menyuntik dengan cash flow atau kembali mengundang lagi secara pasar. Ini konteks yang sedang kita lakukan, yang pasti perbaikan Garuda Indonesia harus dijalankan hari ini," ujar Erick, Selasa (15/11/2021).
Erick sendiri enggan merinci lebih jauh dua opsi pendanaan tersebut. Namun, dari pernyataan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, pemegang saham meminta pendapat legislator apakah memungkinkan saham saham Garuda diberikan kepada investor baru. Artinya, ada pengurangan saham negara (dilusi).
Saat ini, saham negara mencapai 60,5%, Trans Airways sebanyak 28,2%, sisanya milik publik sebesar 11,1%. Tiko sapaan akrab Kartika mengakui, bila opsi dilusi ditempuh, maka pemerintah tak lagi menjadi pemegang saham mayoritas.
Lihat Juga :