Fokus Tangani Utang Jumbo Garuda, Opsi Kurangi Saham Negara Belum Prioritas
Jum'at, 19 November 2021 - 18:49 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Erick, restrukturisasi besar-besaran harus dilakukan karena harga dan bunga sewa pesawat Garuda masih terlalu mahal. Tercatat, bunga sewa maskapai penerbangan pelat merah itu mencapai 26% atau paling tinggi dunia. "Dalam konteks Garuda, harus dilakukan restrukturisasi besar-besaran ketika harga sewa masih terlalu mahal," tegasnya.
Baca Juga: Gugat dan Usir Ibu Kandung, Pejabat Cantik Aceh Tengah: Saya Lebih Dulu Digugat
Seusai restrukturisasi, lanjut Erick, pihaknya akan mengarahkan Garuda Indonesia untuk menggarap rute penerbangan domestik. Dalam hitungan pemegang saham, 78% penumpang menggunakan jasa pesawat untuk bepergian antarpulau.
Pemegang saham menilai ada pasar yang besar di rute domestik. Erick mengacu pada kontribusi turis lokal yang sebanyak Rp1.400 triliun. Hanya 22% atau sekitar Rp300 triliun berasal dari turis mancanegara.
"Kita bandingkan dengan domestik penerbangan di banyak negara, Amerika Serikat negara yang sangat besar, fokus pada domestik market, apakah yang (maskapai) Southwest, Continental, United semuanya fokus ke situ, kita harus ke situ. Ini bisnis model," cetusnya.
Baca Juga: Gugat dan Usir Ibu Kandung, Pejabat Cantik Aceh Tengah: Saya Lebih Dulu Digugat
Seusai restrukturisasi, lanjut Erick, pihaknya akan mengarahkan Garuda Indonesia untuk menggarap rute penerbangan domestik. Dalam hitungan pemegang saham, 78% penumpang menggunakan jasa pesawat untuk bepergian antarpulau.
Pemegang saham menilai ada pasar yang besar di rute domestik. Erick mengacu pada kontribusi turis lokal yang sebanyak Rp1.400 triliun. Hanya 22% atau sekitar Rp300 triliun berasal dari turis mancanegara.
"Kita bandingkan dengan domestik penerbangan di banyak negara, Amerika Serikat negara yang sangat besar, fokus pada domestik market, apakah yang (maskapai) Southwest, Continental, United semuanya fokus ke situ, kita harus ke situ. Ini bisnis model," cetusnya.
(fai)
Lihat Juga :