E-commerce Tutup Keran Impor, Pelaku UMKM Fesyen Ambil Peluang

Jum'at, 19 November 2021 - 22:18 WIB
loading...
E-commerce Tutup Keran...
Langkah Shopee Indonesia menutup akses 13 kategori barang impor dari China dan Korea Selatan mendapatkan dukungan dari pelaku UMKM fesyen wanita. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Langkah Shopee Indonesia menutup akses 13 kategori barang impor dari China dan Korea Selatan mendapatkan dukungan dari pelaku UMKM fesyen wanita. Menanggapi kebijakan salah satu e-commerce terbesar itu, Founder Leenbenka, Daniel Wijaya mengatakan, langkah yang tepat untuk membangkitkan potensi ekonomi produk buatan Indonesia.

"Saya rasa kebijakan yang diambil pemerintah dan e-commerce Shopee sudah tepat untuk keberlangsungan ekonomi pelaku UMKM," ujar Daniel Wijaya di Jakarta, Jumat (19/11/2021).

Baca Juga: Lindungi UMKM Lokal, Shopee Batasi 13 Kategori Produk Impor

Tekstil adalah produk yang banyak diproduksi dan dijual oleh pelaku UMKM di Indonesia. Terintegrasinya industri tekstil dari hulu ke hilir mampu menciptakan sumber daya yang lengkap dalam produksi.

Tingkat kreativitas dan inovasi pada industri ini juga semakin meningkat. Terlebih pada generasi milenial Indonesia, yang sering mengamati tren fashion dunia.

"Kita sebagai UMKM ingin memberikan kualitas terbaik kepada konsumen dengan harga terjangkau," ujar lelaki berusia 28 tahun tersebut.

Mempertahankan bisnis saat pandemi Covid-19, lanjut Daniel, lebih sulit daripada membangunnya. Untuk meningkatkan daya saing, Leenbenka yang fokus pada penjualan fesyen wanita ini bisa bertahan dengan modal kreatifitas dan inovasi.

"Ini sebenarnya aset terbesar dari negara kita. Aset ini bisa kita jadikan peluang besar bagi bisnis ekonomi kreatif yang sedang tren di level global, termasuk pada industri tekstil," terangnya.

Mendirikan Leenbenka sejak 2019, lulusan bisnis internasional universitas swasta di Jakarta itu bermimpi produk fesyen UMKM Indonesia bisa tembus pasar Asia.

"Kita fokus untuk terus mengikuti tren mode fesyen. Saya yakin, produk kita bisa ekspansi minimal negara Asia," paparnya.

Sebelumnya Shopee menerangkan, kebijakan menutup keran impor bertujuan menciptakan ekosistem jual-beli yang nyaman bagi pembeli dan penjual di e-commerce Shopee.

Kepala Kebijakan Publik Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo mengatakan, penutupan toko yang menjual produk tekstil dari luar negeri memang dilakukan Shopee Indonesia. Namun, penutupan tersebut bukan karena kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

"Kebijakan ini merupakan kebijakan Shopee, untuk menciptakan ekosistem dan pengalaman belanja yang lebih baik," kata Radityo melalui keterangan tertulis.

Baca Juga: Luncurkan Cangkul Merah Putih SNI, Teten: Kualitas Bisa Diadu dengan Produk Impor

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menegaskan, pemerintah tak melarang pedagang asing untuk menjual barangnya ke Indonesia lewat marketplace. Produk impor juga masih diizinkan untuk dijual.

Kendati demikian, pemerintah memang meminta penyelenggara e-commerce mengutamakan produk lokal dalam dalam Setiap sesi Hari Belanja Online Nasional. Jika konsisten, industri tekstil diprediksi dapat pulih pada akhir kuartal kedua 2021.

"Dalam rangka Harbolnas 'Bangga Buatan Indonesia' ada dukungan dari marketplace untuk mengutamakan produk lokal khususnya UMKM karya anak bangsa," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Spillify.io Hubungkan...
Spillify.io Hubungkan Brand dan Konsumen, Ngespill Produk Bisa Dapat Cuan
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Marketplace kian ‘Sesak’,...
Marketplace kian ‘Sesak’, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
Belajar Mengelola Keuangan...
Belajar Mengelola Keuangan di UMKM Digital Finance Tour
Saatnya Ubah Wishlist...
Saatnya Ubah Wishlist ke Checkout lewat Watsons 5.5 Ultimate Sale
Purbaya Ungkap Alasan...
Purbaya Ungkap Alasan di Balik Pajak Pedagang Online: Bukan Hanya demi Pendapatan Negara
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Layanan, ShopeeFood Fokus Dorong Pengembangan Kompetensi Mitra Pengemudi
Rekomendasi
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Sensasi Merayakan Cinta...
Sensasi Merayakan Cinta di Kapel Tebing Bali 70 Meter di Atas Samudera Hindia
Berita Terkini
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Infografis
Holding Ultra Mikro...
Holding Ultra Mikro Diharapkan Mampu Dukung Pelaku UMKM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved