Riset Snapcart: GrabFood Terbanyak Digunakan Konsumen dan Merchant di Indonesia
Selasa, 23 November 2021 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Merchant di Jabodetabek melaporkan penjualan dengan aplikasi GrabFood lebih tinggi 10% dibanding GoFood. Sedang di kota yang lebih kecil seperti Purwokerto, penjualan merchant dengan menggunakan aplikasi GrabFood lebih tinggi 16% dibanding menggunakan GoFood.
Direktur Snapcart Indonesia Astrid Wiliandry mengatakan, dalam riset ini pihaknya melakukan pendekatan yang lebih mendalam dan holistik, mencakup konsumen dan merchant, untuk mengetahui aspek kompetitif dari masing-masing pelaku industri. Karena itulah Snapcart memasukkan juga survei merchant dalam riset ini.
"Dan apa yang kami temukan dalam riset ini, antara konsumen dan merchant seperti dua sisi koin yang sama, keduanya mempunyai kecenderungan yang serupa. Sebagai contoh, kami menemukan konsumen menggunakan GrabFood lebih sering dan membelanjakan uang lebih banyak saat menggunakan GrabFood, seperti juga merchant menggunakan dan mendapatkan penjualan lebih banyak saat menggunakan GrabFood," kata Direktur Snapcart Indonesia Astrid Wiliandry, dalam siaran pers, Selasa (22/11/2021).
Dari sisi popularitas, riset tersebut menemukan bahwa brand awareness GrabFood dan GoFood sama. Sedangkan ShopeeFood yang merupakan pendatang baru di pasar, memiliki popularitas di belakang keduanya. "Sebesar 100% konsumen tahu dan mengenal GoFood dan GrabFood, sedang 52% tahu ShopeeFood. Data yang sama menunjukkan 92% dan 90% konsumen telah berpengalaman menggunakan aplikasi GrabFood dan GoFood. Sedang 35% telah pernah menggunakan ShopeeFood," katanya.
Data preferensi menunjukkan 54% responden memilih GrabFood sebagai aplikasi pesan-antar makanan yang mereka rekomendasikan, diikuti GoFood (34%) dan ShopeeFood (12%). Riset juga menemukan rata-rata konsumen menggunakan GrabFood 6 kali dalam sebulan, sedang GoFood 5 kali dalam sebulan. Rata-rata volume pemesanan melalui GrabFood juga lebih tinggi 11% daripada GoFood.
Direktur Snapcart Indonesia Astrid Wiliandry mengatakan, dalam riset ini pihaknya melakukan pendekatan yang lebih mendalam dan holistik, mencakup konsumen dan merchant, untuk mengetahui aspek kompetitif dari masing-masing pelaku industri. Karena itulah Snapcart memasukkan juga survei merchant dalam riset ini.
"Dan apa yang kami temukan dalam riset ini, antara konsumen dan merchant seperti dua sisi koin yang sama, keduanya mempunyai kecenderungan yang serupa. Sebagai contoh, kami menemukan konsumen menggunakan GrabFood lebih sering dan membelanjakan uang lebih banyak saat menggunakan GrabFood, seperti juga merchant menggunakan dan mendapatkan penjualan lebih banyak saat menggunakan GrabFood," kata Direktur Snapcart Indonesia Astrid Wiliandry, dalam siaran pers, Selasa (22/11/2021).
Dari sisi popularitas, riset tersebut menemukan bahwa brand awareness GrabFood dan GoFood sama. Sedangkan ShopeeFood yang merupakan pendatang baru di pasar, memiliki popularitas di belakang keduanya. "Sebesar 100% konsumen tahu dan mengenal GoFood dan GrabFood, sedang 52% tahu ShopeeFood. Data yang sama menunjukkan 92% dan 90% konsumen telah berpengalaman menggunakan aplikasi GrabFood dan GoFood. Sedang 35% telah pernah menggunakan ShopeeFood," katanya.
Data preferensi menunjukkan 54% responden memilih GrabFood sebagai aplikasi pesan-antar makanan yang mereka rekomendasikan, diikuti GoFood (34%) dan ShopeeFood (12%). Riset juga menemukan rata-rata konsumen menggunakan GrabFood 6 kali dalam sebulan, sedang GoFood 5 kali dalam sebulan. Rata-rata volume pemesanan melalui GrabFood juga lebih tinggi 11% daripada GoFood.
Lihat Juga :