Denmark Dukung Percepatan Pengembangan Energi Hijau di NTB

Rabu, 24 November 2021 - 10:43 WIB
loading...
Denmark Dukung Percepatan...
Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Foto/Dok SINDOnews/Yulianto
A A A
JAKARTA - Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menerima kunjungan kerja Menteri Luar Negeri Denmark yang menegaskan kembali kemitraan energi hijau tentang percepatan energi terbarukan baik di tingkat nasional maupun lokal. Pertemuan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja selama 3 hari di Jakarta dan Surabaya.

"Acara hari ini menandai tonggak baru untuk hubungan bilateral antara Indonesia dan Denmark pasca-COP26, dan karenanya, memperkuat kemitraan energi yang sudah erat antara kedua negara," ujar Arifin pada Indonesia-Denmark Energy Business-to-Business Forum, dikutip Rabu (24/11/2021).

Arifin mengatakan, Forum Energi B2B Indonesia-Denmark adalah platform yang tepat bagi entitas bisnis untuk mengeksplorasi prospek dan inisiatif pengembangan energi terbarukan dan efisiensi energi.

Baca juga: Jokowi Buka Lowongan Jabatan Wamen ESDM, Ini Tugasnya

Menurut dia, Denmark telah menjadi mitra penting dalam perjalanan Indonesia menuju transisi energi. Selain program bilateral yang sedang berjalan seperti Indonesia-Denmark Partnership Program (Indodepp) dan Sustainable Island Initiatives (SII), beberapa perusahaan energi Denmark juga berencana berinvestasi di Indonesia. Proyek-proyek tersebut akan dilaksanakan oleh Copenhagen Infrasrukture Partners (USD700 juta), Vestas (USD400 juta), dan Howden (USD40 juta).

Di bawah kemitraan kerja sama bilateral, Denmark telah menyelesaikan laporan studi mereka tentang RE Pipeline, serta hasil Studi Pra-FS pada Proyek EBT di Sulawesi Utara dan Riau. Studi-studi ini diselesaikan untuk menjembatani kesenjangan antara Rencana Energi Nasional dan Proyek EBT Provinsi.

"Dalam kemitraan tingkat provinsi lainnya, saya mencatat bahwa pemerintah Denmark juga mendukung transisi energi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Saya berharap proyek kemitraan semacam ini dapat direplikasi di provinsi atau daerah lain di Indonesia," ujar Arifin.

Arifin mengatakan, telah melakukan pembicaraan secara bilateral dengan Menteri Kofod untuk membahas masalah dekarbonisasi dan komitmen pasca-COP26. "Kami berdua sepakat tentang pentingnya kolaborasi internasional untuk mengejar kepentingan bersama dalam transisi energi. Oleh karena itu, saya mengapresiasi segala dukungan yang diberikan Pemerintah Denmark kepada Pemerintah Indonesia di bidang energi," tuturnya.

Baca juga: Sedot Investasi Hijau, Presiden Jokowi Tegaskan Bakal Geser Energi Fosil

Delegasi Denmark dipimpin Menteri Luar Negeri Denmark, H.E Jeppe Sebastian Kofod menjelaskan, kedatangan delegasi Denmark ke Indonesia ini merupakan wujud dan tindakan langsung kemitraan antara Denmark dengan Indonesia untuk melakukan transisi energi di tingkat nasional maupun provinsi.

"Hari ini kami mempresentasikan total 3 laporan bagaimana melakukan langkah-langkah transisi energi hijau. laporan pertama, Indonesia's Renewable Energy Pipeline, menunjukkan bahwa untuk mencapai target 23% energi terbarukan pada tahun 2025 dapat dijangkau oleh sektor ketenagalistrikan," paparnya.

Laporan kedua tentang Pre-feasibility studies for Renewable Energy di dua provinsi di Indonesia, yaitu Sulawesi Utara dan Riau, dari hasil laporan ini menunjukkan bahwa terdapat peluang bisnis untuk pengembangan energi terbarukan di kedua provinsi.

"Denmark berencana akan memperkuat kerja sama dengan provinsi lain dengan menambahkan lebih banyak provinsi sebagai mitra dalam Sustainable Island Initiative," ujar Kofod.

Baca juga: Dorna Sports Sanjung Marshall Sirkuit Mandalika, Gubernur NTB: Luar Biasa, Saya Bangga!

Kofod melanjutkan, komitmen pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) terhadap net-zero adalah contoh kerja sama dengan provinsi yang baik sehingga dapat mempercepat perkembangan energi hijau.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah mengatakan, pihaknya berjanji NTB akan menjadi provinsi terdepan dengan target net-zero emisi pada tahun 2050 dengan target 60% pangsa EBT di Lombok Grid pada 2030 dan 100 persen share EBT di NTB Grid pada 2040.

"Transisi ini akan didukung melalui kelanjutan yang kuat kerjasama energi antara Provinsi NTB dengan Danish Energy Agency dalam program Sustainable Island Initiative (SII). pada tahun 2050 serta mengaitkannya dengan investasi atau pembiayaan untuk membuat proyek menjadi realistis," pungkas Zulkieflimansyah.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
BLU Bisa Impor Minyak...
BLU Bisa Impor Minyak saat Pasokan Global Seret, Lemigas Salah Satunya
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Pertamina dan ERIA Perkuat...
Pertamina dan ERIA Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi
PLN EPI Siapkan Infrastruktur...
PLN EPI Siapkan Infrastruktur Gas, Kebutuhan Energi Primer Diproyeksi Tumbuh 5% per Tahun
Sektor Migas Bebas Aturan...
Sektor Migas Bebas Aturan DHE dan Ekspor Satu Pintu, Ini Penjelasannya
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
ANDALAS Forum VI Digelar...
ANDALAS Forum VI Digelar di Palembang, Sinergi Energi Jadi Sorotan
Perindo Silaturahmi...
Perindo Silaturahmi dengan Siti Rohmi di Hari Kartini, Perkuat Konsolidasi di NTB
Rekomendasi
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Babak Pertama: Gol Ole...
Babak Pertama: Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Ungguli Mozambik
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved