Sambangi Karawang, SYL Panen Padi dan Serahkan Bantuan
Sabtu, 06 Juni 2020 - 21:36 WIB
loading...
A
A
A
"Karena sehebat apa pun teknologi yang ada saat ini, kalau tidak ada pangan bisa membahayakan. Masyarakat tidak memakan beton, tidak memakan konputer dan lainnya. Masyarakat memakan pangan hasil petani. Oleh karena itu, kehadiran Mentan saya harap membawa dampak positif buat keberlangsungan pertanian Jawa Barat. Apalagi Jawa Barat adalah penghasil padi kedua nasional," tuturnya.
Uu Ruzhanul Ulum juga meminta kepada masyarakat petani untuk tidak menjual sawah, sekalipun harganya mahal. Karena sawah yang dijual bisa berubah fungsi dan mengurangi produktivitas pangan
Dalam kesempatan itu, Syahrul Yasin Limpo secara simbolis menyerahkan klaim gagal panen program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk para petani di Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.
Untuk periode Maret-Mei 2020, luas lahan pertanian yang diganti melalui program Pengembangan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) mencapai 506,12 hektar atau senilai Rp3.036.720.000.
Selain Klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Menteri Pertanian juga menyerahkan Klaim Asuransi Usaha Ternak Sapi Kerbau (AUTSK) sebanyak 2 ekor sapi atau senilai Rp15.200.000.
Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Sarwo Edhy mengungkapkan, klaim tersebut dibayarkan setelah melalui survei kerusakan lahan dan kematian ternak yang dilakukan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) selaku pelaksana program.
"Sebagai tambahan informasi, lahan pertanian yang dapat diklaimkan harus memiliki kerusakan minimal 75%. Kerusakan atau gagal panen tersebut bisa dikarenakan hama, baik itu tikus atau wereng, serta musibah banjir maupun kekeringan," katanya.
Petani yang ingin mengasuransikan lahan pertaniannya bisa mendaftar pada Dinas Pertanian dengan membayar Rp36.000 tiap musim tanam. Setelah premi dibayarkan, akan keluar polis yang berlaku selama satu musim tanam, yakni 4-6 bulan.
Uu Ruzhanul Ulum juga meminta kepada masyarakat petani untuk tidak menjual sawah, sekalipun harganya mahal. Karena sawah yang dijual bisa berubah fungsi dan mengurangi produktivitas pangan
Dalam kesempatan itu, Syahrul Yasin Limpo secara simbolis menyerahkan klaim gagal panen program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk para petani di Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.
Untuk periode Maret-Mei 2020, luas lahan pertanian yang diganti melalui program Pengembangan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) mencapai 506,12 hektar atau senilai Rp3.036.720.000.
Selain Klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Menteri Pertanian juga menyerahkan Klaim Asuransi Usaha Ternak Sapi Kerbau (AUTSK) sebanyak 2 ekor sapi atau senilai Rp15.200.000.
Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Sarwo Edhy mengungkapkan, klaim tersebut dibayarkan setelah melalui survei kerusakan lahan dan kematian ternak yang dilakukan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) selaku pelaksana program.
"Sebagai tambahan informasi, lahan pertanian yang dapat diklaimkan harus memiliki kerusakan minimal 75%. Kerusakan atau gagal panen tersebut bisa dikarenakan hama, baik itu tikus atau wereng, serta musibah banjir maupun kekeringan," katanya.
Petani yang ingin mengasuransikan lahan pertaniannya bisa mendaftar pada Dinas Pertanian dengan membayar Rp36.000 tiap musim tanam. Setelah premi dibayarkan, akan keluar polis yang berlaku selama satu musim tanam, yakni 4-6 bulan.
Lihat Juga :