Bertahan di Tengah Badai Covid-19, Bisnis Makanan Gandeng Equity Crowdfunding
Kamis, 25 November 2021 - 12:51 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan bermitra bersama LandX, target kami untuk bisa membuka cabang baru di 2 tempat strategis Jakarta bisa terealisasi dengan membuka saham DHP. Sebelumnya, pada proses listing DHP 1 dan DHP 2 di aplikasi LandX target patungan sebesar 10 miliar bisa terlaksana dalam waktu 15 menit,” sambung Becky.
Dragon Hot Pot merupakan restoran di bawah naungan Yamatoten Abura Soba Group nomor satu asal Melbourne yang kini melebarkan sayapnya ke Indonesia. Dragon Hot Pot didirikan pada tahun 2017 di Melbourne, Australia.
Hot pot ini terkenal di kalangan wisatawan mancanegara dengan ciri khas pilihan 120 bahan hot pot dan kuah kaldu. Dragon Hot Pot mencari berbagai resep khususnya kaldu yang berusia seabad.
Dengan menggunakan sumsum tulang dan memasaknya lebih dari 12 jam, tidak lupa ditambahkan lebih dari 20 bumbu ramuan tradisional dari negeri China untuk menghasilkan kaldu yang harum dan tekstur yang kental keemasan yang unik.
Melihat antusiasme dari para pemodal saat pembukaan saham DHP tahap 1 yang habis dalam 15 menit dan DHP tahap 2 yang tidak sampai 30 menit, Dragon HotPot akan kembali melisting sahamnya dengan kode DHP tahap 3 yang akan hadir pada tahun 2022. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan dari Dragon Hot Pot bisa hadir dan masyarakat Indonesia bisa merasakan kuah kaldu yang otentik dari Dragon Hot Pot.
Andika Sutoro Putra, Founder dan Chief Executive Officer LandX menyatakan, “Masuknya kembali Dragon Hot Pot untuk yang ke-3 kalinya membuktikan bahwa, salah satu core value kami “integrity” telah berjalan sesuai dengan jalurnya. Kami sangat bersemangat dengan kepercayaan yang diberikan Dragon Hot Pot memilih LandX sebagai layanan urun dana untuk kepemilikan sahamnya.”
Pada kesempatan yang sama Andika juga mengajak anak muda dari kalangan milenial untuk sadar memulai berinvestasi dan memiliki penghasilan pasif, karena menurutnya, Di era pandemi ini saat waktu luang bertambah dan teknologi informasi sudah makin maju, kaum milenial dapat memanfaatkan waktunya untuk memulai sadar berinvestasi sejak dini dengan memiliki saham sebuah perusahaan dan mendapatkan keuntungan dari bisnis yang beresiko rendah.
Dragon Hot Pot merupakan restoran di bawah naungan Yamatoten Abura Soba Group nomor satu asal Melbourne yang kini melebarkan sayapnya ke Indonesia. Dragon Hot Pot didirikan pada tahun 2017 di Melbourne, Australia.
Hot pot ini terkenal di kalangan wisatawan mancanegara dengan ciri khas pilihan 120 bahan hot pot dan kuah kaldu. Dragon Hot Pot mencari berbagai resep khususnya kaldu yang berusia seabad.
Dengan menggunakan sumsum tulang dan memasaknya lebih dari 12 jam, tidak lupa ditambahkan lebih dari 20 bumbu ramuan tradisional dari negeri China untuk menghasilkan kaldu yang harum dan tekstur yang kental keemasan yang unik.
Melihat antusiasme dari para pemodal saat pembukaan saham DHP tahap 1 yang habis dalam 15 menit dan DHP tahap 2 yang tidak sampai 30 menit, Dragon HotPot akan kembali melisting sahamnya dengan kode DHP tahap 3 yang akan hadir pada tahun 2022. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan dari Dragon Hot Pot bisa hadir dan masyarakat Indonesia bisa merasakan kuah kaldu yang otentik dari Dragon Hot Pot.
Andika Sutoro Putra, Founder dan Chief Executive Officer LandX menyatakan, “Masuknya kembali Dragon Hot Pot untuk yang ke-3 kalinya membuktikan bahwa, salah satu core value kami “integrity” telah berjalan sesuai dengan jalurnya. Kami sangat bersemangat dengan kepercayaan yang diberikan Dragon Hot Pot memilih LandX sebagai layanan urun dana untuk kepemilikan sahamnya.”
Pada kesempatan yang sama Andika juga mengajak anak muda dari kalangan milenial untuk sadar memulai berinvestasi dan memiliki penghasilan pasif, karena menurutnya, Di era pandemi ini saat waktu luang bertambah dan teknologi informasi sudah makin maju, kaum milenial dapat memanfaatkan waktunya untuk memulai sadar berinvestasi sejak dini dengan memiliki saham sebuah perusahaan dan mendapatkan keuntungan dari bisnis yang beresiko rendah.
Lihat Juga :