Pandemi Mereda, Harga Properti Mulai Merangkak Naik
Kamis, 25 November 2021 - 20:18 WIB
loading...
A
A
A
Melambatnya kenaikan harga properti hunian ini di kuartal III disebabkan oleh melimpahnya suplai, karena indeks suplai mengalami kenaikan sebesar 9,58% secara kuartalan. Sebelumnya, indeks suplai properti sempat mengalami penurunan sebesar 2,13% secara kuartalan pada Q2 2021.
Marine menambahkan jika melihat data hasil Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia, secara kuartalan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal Q3 2021 tumbuh terbatas. IHPR pada Q3 2021 tercatat tumbuh 0,34% (quarter-to-quarter), lebih rendah dibandingkan 0,45% (quarter-to-quarter) pada Q2 2021.
“Tren kenaikan harga properti pada kuartal ketiga 2021 yang tumbuh secara terbatas menurut hasil survei BI sejalan dengan data dari RIPMI yang juga menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan kenaikan harga properti,” jelas Marine.
Selain menyebabkan perlambatan pertumbuhan kenaikan harga properti, pelaksanaan PPKM Darurat pada awal Q3 2021 juga berdampak pada menurunnya tren pencarian properti di situs Rumah.com. Indeks pencarian pada kuartal ketiga 2021 turun sebesar 3,87% secara kuartalan. Penurunan paling besar terlihat pada segmen properti dengan harga di bawah Rp1 miliar pada Q2 2021, karena 57% pengunjung Rumah.com menyasar hunian pada kisaran harga tersebut.
Marine menyimpulkan bahwa sesuai data RIPMI Q3 2021 terjadi kenaikan harga properti di seluruh segmen yang bersamaan dengan peningkatan suplai yang cukup signifikan. Pemerintah pun terus mendorong industri properti dengan serangkaian kebijakan dan stimulus.
Marine menambahkan jika melihat data hasil Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia, secara kuartalan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal Q3 2021 tumbuh terbatas. IHPR pada Q3 2021 tercatat tumbuh 0,34% (quarter-to-quarter), lebih rendah dibandingkan 0,45% (quarter-to-quarter) pada Q2 2021.
“Tren kenaikan harga properti pada kuartal ketiga 2021 yang tumbuh secara terbatas menurut hasil survei BI sejalan dengan data dari RIPMI yang juga menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan kenaikan harga properti,” jelas Marine.
Selain menyebabkan perlambatan pertumbuhan kenaikan harga properti, pelaksanaan PPKM Darurat pada awal Q3 2021 juga berdampak pada menurunnya tren pencarian properti di situs Rumah.com. Indeks pencarian pada kuartal ketiga 2021 turun sebesar 3,87% secara kuartalan. Penurunan paling besar terlihat pada segmen properti dengan harga di bawah Rp1 miliar pada Q2 2021, karena 57% pengunjung Rumah.com menyasar hunian pada kisaran harga tersebut.
Marine menyimpulkan bahwa sesuai data RIPMI Q3 2021 terjadi kenaikan harga properti di seluruh segmen yang bersamaan dengan peningkatan suplai yang cukup signifikan. Pemerintah pun terus mendorong industri properti dengan serangkaian kebijakan dan stimulus.
Lihat Juga :