Kinerja Makin Moncer, Erick Thohir Pamer Laba Bersih BUMN Rp61 Triliun
Senin, 29 November 2021 - 18:06 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir mengklaim persepsi publik terhadap eksistensi BUMN semakin positif. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengklaim kinerja perusahaan pelat merah semakin membaik dalam kurun waktu 2 tahun belakangan. Seiring dengan itu, persepsi publik terhadap eksistensi BUMN pun disebut semakin positif.
Salah satu indikator keberhasilan BUMN dikatakan terlihat dari capaian laba bersih yang pada kuartal III 2021 mencapai Rp61 triliun. Jumlah itu naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang hanya sebesar Rp13 triliun. Keberhasilan tersebut, tegas Erick, merupakan bukti keberhasilan transformasi bisnis model hingga penempatan kalangan profesional di pucuk struktur manajemen BUMN.
Baca Juga: Waspadai Dampak Omicron, Erick Thohir Wanti-Wanti BUMN
"Saya yakin 2 tahun terakhir ini kita bekerja luar biasa. Buktinya apa? Kalau kita lihat persepsi publik terhadap BUMN sekarang makin positif. Hasil keuangan terlihat, dengan efisiensi dengan perubahan bisnis model, dengan mengangkat orang-orang profesional laba bersih konsolidasi BUMN tahun kemarin Rp13 triliun, hari ini kuartal III (2021) sudah Rp61 triliun," ujar Erick, Senin (29/11/2021).
Dari arsip pemberitaan MNC Portal Indonesia, kinerja BUMN di semester I 2021 memang terbilang jauh membaik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode itu laba bersih korporasi pelat merah meroket mencapai 356%.
Laba bersih BUMN pada semester I 2020 tercatat sebesar Rp5,77 triliun. Angka itu kemudian meningkat menjadi Rp26,35 triliun pada Januari-Juni 2021. Kinerja tersebut patut menjadi salah satu bukti berhasilnya program transformasi perusahaan pelat merah.
Ekonom sekaligus pengajar Perbanas Institut Piter Abdullah menilai, kenaikan laba bersih BUMN tentu bisa dibaca sebagai perbaikan. Namun, kata dia, salah satu faktor pendorong membaiknya kinerja BUMN adalah faktor eksternal yakni perubahan harga komoditas.
Salah satu indikator keberhasilan BUMN dikatakan terlihat dari capaian laba bersih yang pada kuartal III 2021 mencapai Rp61 triliun. Jumlah itu naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang hanya sebesar Rp13 triliun. Keberhasilan tersebut, tegas Erick, merupakan bukti keberhasilan transformasi bisnis model hingga penempatan kalangan profesional di pucuk struktur manajemen BUMN.
Baca Juga: Waspadai Dampak Omicron, Erick Thohir Wanti-Wanti BUMN
"Saya yakin 2 tahun terakhir ini kita bekerja luar biasa. Buktinya apa? Kalau kita lihat persepsi publik terhadap BUMN sekarang makin positif. Hasil keuangan terlihat, dengan efisiensi dengan perubahan bisnis model, dengan mengangkat orang-orang profesional laba bersih konsolidasi BUMN tahun kemarin Rp13 triliun, hari ini kuartal III (2021) sudah Rp61 triliun," ujar Erick, Senin (29/11/2021).
Dari arsip pemberitaan MNC Portal Indonesia, kinerja BUMN di semester I 2021 memang terbilang jauh membaik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode itu laba bersih korporasi pelat merah meroket mencapai 356%.
Laba bersih BUMN pada semester I 2020 tercatat sebesar Rp5,77 triliun. Angka itu kemudian meningkat menjadi Rp26,35 triliun pada Januari-Juni 2021. Kinerja tersebut patut menjadi salah satu bukti berhasilnya program transformasi perusahaan pelat merah.
Ekonom sekaligus pengajar Perbanas Institut Piter Abdullah menilai, kenaikan laba bersih BUMN tentu bisa dibaca sebagai perbaikan. Namun, kata dia, salah satu faktor pendorong membaiknya kinerja BUMN adalah faktor eksternal yakni perubahan harga komoditas.
Lihat Juga :