Kecemasan pada Omicron Berkurang, Bursa Asia Pagi Ini Rebound

Selasa, 30 November 2021 - 12:13 WIB
loading...
Kecemasan pada Omicron Berkurang, Bursa Asia Pagi Ini Rebound
Bursa saham di kawasan Asia Pasifik rebound. Foto/Ilustrasi/Reuters
A A A
JAKARTA - Bursa saham di kawasan Asia Pasifik sebagian besar berada di teritori positif sejalan dengan rebound pasar merespons penyebaran virus Corona varian baru Omicron yang dimungkinkan tidak menyebabkan gangguan ekonomi global.

Kenaikan sejumlah indeks juga mengikuti penutupan Wall Street semalam yang berada di zona hijau menyusul optimisme pasar menyambut komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang menyebut kebijakan pembatasan sebagai akibat dari varian baru masih belum dilakukan untuk saat ini.

Hingga pukul 10:28 WIB, Nikkei 225 Jepang (N225) menguat 0,40% di 28.397,50, Shanghai Composite China (SSEC) melesat 0,22% di 3.570,42, sedangkan Hang Seng Hong Kong (HSI) masih terpuruk -1,28% di 23.546,12.

Baca juga: Wall Street Rebound Usai Aksi Jual Imbas Virus Varian Baru Omicron

S&P ASX 200 Australia (AXJO) juga berada di zona hijau sebesar 0,78% di 7.296,50, Taiwan Weighted menanjak 0,92% di 17.486,91, dan SET Thailand juga positif 1,29% di 1.610,22.

Indonesia Composite Index juga terpantau berhasil rebound 0,31% di 6.628, meski dibuka di zona merah pada pagi tadi. Sementara Straits Times Singapura masih lesu -0,42% di 3.107,530, dan Kospi Korea Selatan (KS11) juga melemah -1,25% di 2.872,88.

Sebagai catatan, aktivitas China di sektor jasa tumbuh pada kecepatan yang sedikit lebih lambat pada bulan November, menurut data resmi pada Selasa (30/11/2021). Penurunan ini terjadi mengingat sektor tersebut masih terkena imbas dari kebijakan pembatasan baru menahan gelombang baru virus corona.

Baca juga: Pfizer Segera Rilis Vaksin untuk Lawan Omicron

Indeks Manajer Pembelian (PMI) non-manufaktur turun menjadi 52,3 pada November dari 52,4 pada Oktober, menurut data dari Biro Statistik Nasional (NBS).

Namun, geliat industri pabrik China mengalami peningkatan pada November setelah masalah hambatan pasokan dan krisis energi sempat mereda. NBS melaporkan Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur berada pada poin 50,1 pada November, naik dari 49,2 pada Oktober.

Kinerja positif di seluruh pasar ekuitas Asia terjadi setelah adanya aksi jual investor akibat varian baru virus corona akhir pekan lalu yang dimungkinkan bakal mendorong kebijakan pembatasan lebih lanjut dan menghambat pemulihan ekonomi.
(ind)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1422 seconds (10.55#12.26)