Saham BCA Turun 1,69 Persen di Hari Terakhir Penukaran Kartu ATM

Selasa, 30 November 2021 - 17:57 WIB
loading...
Saham BCA Turun 1,69...
Harga saham BBCA turun di akhir batas waktu penukaran kartu ATM. Foto/ilustrasi
A A A
JAKARTA - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup melemah seiring berakhirnya masa penukaran kartu ATM non-chip pada hari ini, Selasa (30/11/2021). Nasabah yang tidak mengganti kartu ATM-nya akan terblokir per 1 Desember 2021.

Baca juga: Takut Kartu ATM Diblokir, Nasabah BCA Serbu Kantor Cabang

Harga saham BBCA pun ditutup pada zona merah hari ini di level Rp7.275 per lembar saham. Jika dibandingkan dengan harga penutupan Senin (29/11/2021) yang berada di angka Rp7.400, harga saham BBCA turun 1,69%.

Saham BBCA dibuka di bawah harga penutupan sehari sebelumnya, tepatnya pada harga Rp7.325 per saham. BBCA sempat mencatatkan harga tertinggi di Rp7.425 ( pukul 11.00) dan harga terendah Rp7.275 seperti pada penutupan.

Pada saat penutupan, harga bid Rp7.275 per saham. Di lain sisi, harga offer terendah di Rp7.300 per saham. Jika dihitung sejak tujuh hari yang lalu atau 23 November 2021, harga saham BBCA sudah turun 2,68% dibanding harga saat itu, Rp7.475.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total nilai transaksi saham BBCA mencapai Rp1,05 triliun, sedangkan volume saham yang ditransaksikan mencapai 1.449.237 lot atau 144.923.700 juta lembar.

Baca juga: KPI Pusat Bentuk Tim Penanganan dan Pencegahan Perundungan dan Kekerasan Seksual

Dengan earning per share (EPS) alias laba bersih per saham Rp251, maka price to earning ratio (PER) saham ini sebesar 29,48 kali. Adapun price to book value-nya (PBV) 4,61 kali.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
Saham NPGF Melonjak...
Saham NPGF Melonjak 137%, Rumor Akuisisi Picu Optimisme
BCA Berbagi Ilmu Ajak...
BCA Berbagi Ilmu Ajak Mahasiswa Untirta Ubah Kegagalan Jadi Peluang
BCA Hadirkan Festival...
BCA Hadirkan Festival UMKM di Pagelaran Sabang Merauke
Pesona Desa Wisata di...
Pesona Desa Wisata di Belitung, Menyaksikan Tarsius hingga Makan Bedulang
Rekomendasi
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Infografis
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Turun 10 Persen Saat Nataru 2024/2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved