KLHK: Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca, Perilaku Saat Pandemi Harus Dijaga
Minggu, 07 Juni 2020 - 14:24 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi demikian juga terjadi di luar negeri. Citra satelit di Cina, misalnya, menunjukkan penurunan konsentrasi gas Nitrogen Dioksida (NO2) yang signifikan seminggu setelah pemberlakuan lockdown. Dua minggu setelah lockdown, lanjut dia, konsentrasi NO2 rendah. Namun dampak ini bersifat sementera karena pada pertengahan Maret konsentrasinya meningkat kembali, meski masih di bawah konsentrasi sebelum lockdown.
“Kondisi serupa juga terjadi di Eropa, dimana konsentrasi NO2 menurun sangat drastis, terutama di Jerman, Perancis, Spanyol, dan Italia,” paparnya.
Tidak hanya udara. Pandemi COVID-19 juga meningkatkan kualitas air sungai. Pemantauan kualitas air sungai pada Stasiun Monitoring KLHK, ujar Karliansyah, menunjukkan Konsentrasi Zat Pencemar Organik (BOD dan COD) mengalami penurunan di Sungai Brantas dan Konsentrasi Amoniak di Sungai Ciliwung.
“Sungai-sungai di Indonesia cenderung mengalami perbaikan kualitas air, sebagaimana juga terjadi di beberapa sungai lainnya di dunia seperti Sungai di Wuhan dan Venesia,” pungkasnya.
“Kondisi serupa juga terjadi di Eropa, dimana konsentrasi NO2 menurun sangat drastis, terutama di Jerman, Perancis, Spanyol, dan Italia,” paparnya.
Tidak hanya udara. Pandemi COVID-19 juga meningkatkan kualitas air sungai. Pemantauan kualitas air sungai pada Stasiun Monitoring KLHK, ujar Karliansyah, menunjukkan Konsentrasi Zat Pencemar Organik (BOD dan COD) mengalami penurunan di Sungai Brantas dan Konsentrasi Amoniak di Sungai Ciliwung.
“Sungai-sungai di Indonesia cenderung mengalami perbaikan kualitas air, sebagaimana juga terjadi di beberapa sungai lainnya di dunia seperti Sungai di Wuhan dan Venesia,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :