Ternyata Gara-gara Ini, Erick Thohir Stres Ngurus BUMN

Rabu, 01 Desember 2021 - 16:43 WIB
loading...
Ternyata Gara-gara Ini,...
Menteri BUMN Erick Thohir mengakui banyak anak dan cucu usaha perusahaan pelat merah tidak efisien. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengakui banyak anak dan cucu usaha perusahaan pelat merah tidak efisien. Keberadaannya hanya memberatkan keuangan induk perusahaan.

Erick mengaku stres, karena anak dan cucu BUMN hanya menyedot keuntungan holding saja. Sementara, secara bisnis anak-anak perusahaan negara tersebut tidak memberikan kontribusi signifikan.

Guna menlakukan efisiensi, Kementerian BUMN selaku pemegang saham akan terus memangkas atau membubarkan anak dan cucu BUMN. Saat ini, sudah ada 74 perusahaan yang dibubarkan.

"Ini terlalu banyak yang tidak efisien dan efektif. Jadi buat apa kita punya. Kadang-kadang begini, holdingnya sehat, tapi dibuatlah anak cucu menyedot keuntungan holding. Nah, ini yang harus kita bongkar, kita setop dan kita kurangi," ujar Erick, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga: Bubar! 74 BUMN Jadi Korban Program Efisiensi Erick Thohir

Langkah pengurangan BUMN, kata dia, bertujuan memperkuat bisnis inti holding. Upaya itu sekaligus mempersiapkan induk BUMN untuk menghadapi dinamika pasar yang kian ketat persaingannya.

"Karena supaya apa? kita ingin membuat tadi holding-holding yang kuat dalam menghadapi persaingan pasar, ketika kita lihat sekarang seperti hari ini, supply chain ini sedang terdistrupsi. Sekarang harga bahan pupuk naik. Nah, inikan kita mesti efisien untuk bersaing," ungkap dia.

Adapun perseroan negara yang dibubarkan terdiri dari 13 anak dan cucu usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, 26 anak dan cucu PT Pertamina (Persero), dan 24 anak dan cucu PTPN Group atau Holding Perkebunan Nusantara.

Selain itu, ada anak usaha dan cucu PT PLN (Persero), hingga PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Erick Thohir menyebut, pembubaran perusahaan bagian dari efisiensi usaha BUMN.

"Memang kan kita harus terus melakukan konsolidasi dan efisiensi. Dan jumlah daripada BUMN anak cucu, karena itu kta sudah menutup 74 anak dan cucu perusahaan bumn. Di telkom sudah ada 13, pertamina 26, dan PTPN Group itu 24," tutur dia.

Rencana pembubaran atau penutupan akan terus dilakukan. Salah satunya melalui skema swastanisasi perusahaan dengan tingkat revenue di bawah standar atau kecil.

Baca Juga: Tak Hanya Erick Thohir, Gibran dan Tokoh Lain Juga Jadi Anggota Kehormatan Banser

Erick memastikan, penutupan tidak berdampak pada pengurangan karyawan BUMN. Kepastian itu didasarkan pada keyakinan bila efisiensi jumlah anak dan cucu BUMN akan membuat bisnis perusahaan berkembang lebih baik.

"Dan ini artinya apa? yang menarik kalau ini ditanya apa ada pelepasan tenaga kerja? ya tidak juga, karena dengan berkembangnya usaha, tenaga kerja terserap," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Delapan Fraksi Setujui...
Delapan Fraksi Setujui RUU PFII, Indonesia Didorong Jadi Pusat Keuangan Global
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
MNC Bank Gandeng MNC...
MNC Bank Gandeng MNC Sekuritas Dorong Literasi Keuangan Gen Z lewat Solusi Perbankan Digital
Jasa Marga Perkuat Penciptaan...
Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan, Selaras Arah Transformasi Danantara
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
MA-Kemenkum: Kepastian...
MA-Kemenkum: Kepastian Hukum dan Pemahaman BJR Penting dalam Pengambilan Keputusan di BUMN
Prabowo Sebut BUMN Sumber...
Prabowo Sebut BUMN Sumber Korupsi: Kembalikan Kekayaan Rakyat
Sucofindo Buka Lowongan...
Sucofindo Buka Lowongan Kerja 2026, Lulusan D3/S1 Berbagai Jurusan Merapat!
Rekomendasi
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved