Diselimuti Kecemasan Omicron, Besok Rupiah Bakal Melemah

Kamis, 02 Desember 2021 - 18:56 WIB
loading...
Diselimuti Kecemasan...
Kecemasan terhadap varian Omicron menjadi sentimen negatif terhadap rupiah. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kekhawatiran akan serangan varian Omicron membuat rupiah tak berdaya atas dolar. Pada perdagangan hari ini, Kamis (2/12/2021), nilai tukar rupiah ditutup melemah 51 poin ke level Rp14.397 per dolar.

Baca juga: Rupiah dan Mata Uang Asia Lesu Darah saat Dolar AS Mulai Pulih

Ibrahim Assuaibi, pengamat pasar keuangan, mengatakan turunnya rupiah dikarenakan pasar diguncang oleh kabar merebaknya varian baru Omicron yang bisa lebih menular. Situasi itu akan membuat adanya pembatasan perjalanan dan penguncian (lockdown) yang akan memukul kembali perekonomian.

"AS melaporkan kasus varian pertamanya pada hari Rabu (1/12/2021). Australia, Inggris, Kanada, dan Jepang juga melaporkan kasus, meskipun perbatasan diperketat," kata Ibrahim dalam risetnya, Kamis (2/12/2021).

Sementara itu, jumlah kasus omicron di Afrika Selatan, tempat ditemukannya varian empat pekan lalu, telah meningkat dua kali lipat.

Terlepas dari ketidakpastian seputar Omicron dan dampaknya, Kepala The Fed Jerome Powell menegaskan kembali pendiriannya bahwa The Fed akan mempertimbangkan untuk mempercepat pengurangan aset ketika bertemu pada 14 hingga 15 Desember mendatang. Ini juga bisa berarti kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan.

Baca juga: Apa Itu 9 Dash Line? Dasar China Protes Latihan Militer Indonesia di Natuna

Sentimen negatif yang datang dari Omicron dan juga kecemasan akan kebijakan The Fed masih akan menjadi sandungan bagi mata uang garuda. Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.380-Rp14.440.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rekomendasi
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Sinergi Adev Natural...
Sinergi Adev Natural Indonesia dan Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijriah
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Berita Terkini
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Monitoring Konsumsi...
Monitoring Konsumsi Listrik Kini Jadi Langkah Awal Efisiensi Energi
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Infografis
Atasi Tawuran, Pemprov...
Atasi Tawuran, Pemprov Jakarta Bakal Buka 500.000 Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved