Harga CPO Diramal Masih Tinggi hingga 2022, Petani Harus Untung
Kamis, 02 Desember 2021 - 22:25 WIB
loading...
Petani kelapa sawit. Foto/Dok SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memproyeksi harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) masih akan tinggi hingga semester I tahun depan.
Wakil Ketua Gapki Togar Sitanggang memprediksi harga CPO hingga akhir tahun 2021 masih tetap tinggi. Sementara pada tahun 2022, harga CPO akan berkisar antara USD1.000-1.250 per ton.
"Harga CPO masih akan tinggi pada kisaran USD1.000 hingga USD1.250 per ton hingga semester I/2022," ujarnya dalam 17th Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook, Kamis (2/12/2021).
Baca juga: Jokowi: Kita Mestinya Bisa Mengendalikan Harga CPO
Menurut dia, harga yang tinggi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap ekspor produk sawit. Namun, bagi konsumen dalam negeri, harga CPO yang tinggi akan berdampak pada kenaikan harga minyak goreng. "Kenaikan harga ini harus memberikan manfaat terutama bagi pendapatan petani kecil dan pendapatan negara dari devisa ekspor," ungkapnya.
Wakil Ketua Gapki Togar Sitanggang memprediksi harga CPO hingga akhir tahun 2021 masih tetap tinggi. Sementara pada tahun 2022, harga CPO akan berkisar antara USD1.000-1.250 per ton.
"Harga CPO masih akan tinggi pada kisaran USD1.000 hingga USD1.250 per ton hingga semester I/2022," ujarnya dalam 17th Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook, Kamis (2/12/2021).
Baca juga: Jokowi: Kita Mestinya Bisa Mengendalikan Harga CPO
Menurut dia, harga yang tinggi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap ekspor produk sawit. Namun, bagi konsumen dalam negeri, harga CPO yang tinggi akan berdampak pada kenaikan harga minyak goreng. "Kenaikan harga ini harus memberikan manfaat terutama bagi pendapatan petani kecil dan pendapatan negara dari devisa ekspor," ungkapnya.
Lihat Juga :