Sunat Anggaran MPR, Ternyata Suharso Dalangnya Bukan Sri Mulyani
Senin, 06 Desember 2021 - 16:36 WIB
loading...
Terungkap, ternyata Kepala Bappenas Suharso Monoarfacyang memotong anggaran MPR. Gara-gara hal itu, Suharso mengaku kena marah Menkeu Sri Mulyani. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengaku, sebagai sosok yang memotong anggaran Majelis Permusyawaratan Rakyat ( MPR ).
Sebelumnya beredar keluhan petinggi MPR terkait anggaran yang terus dipapas oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani . Ternyata yang menjadi dalang pengurangan anggaran MPR merupakan Kepala Bappenas,Suharso Monoarfa
“Selama ini orang enggak tahu yang potong (anggaran) kita di Bappenas, bukan Kemenkeu. Yang potong anggaran di Bappenas,” ujar Suharso dalam video virtual, Senin (6/12/2021).
Baca Juga: Selfie Beribu Makna Sri Mulyani-Bamsoet di Bali, Redam Polemik Pemecatan?
Kata dia, pemotongan anggaran tersebut dilakukan karena terbatasnya anggaran. Sehingga, pemerintah harus bisa mengatur anggaran sesuai dengan dana yang dimiliki di situasi pandemi Covid-19.
"Karena amplopnya diberi segitu, kita harus melakukan sedemikian rupa. Amplopnya cuma diberi satu, kalau amplopnya ada dua atau tiga bisa lah (anggaran lebih banyak),” imbuhnya.
Dia pun akhirnya mengaku dimarahi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani karena disalahkan atas pemotongan anggaran MPR.
Sebelumnya beredar keluhan petinggi MPR terkait anggaran yang terus dipapas oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani . Ternyata yang menjadi dalang pengurangan anggaran MPR merupakan Kepala Bappenas,Suharso Monoarfa
“Selama ini orang enggak tahu yang potong (anggaran) kita di Bappenas, bukan Kemenkeu. Yang potong anggaran di Bappenas,” ujar Suharso dalam video virtual, Senin (6/12/2021).
Baca Juga: Selfie Beribu Makna Sri Mulyani-Bamsoet di Bali, Redam Polemik Pemecatan?
Kata dia, pemotongan anggaran tersebut dilakukan karena terbatasnya anggaran. Sehingga, pemerintah harus bisa mengatur anggaran sesuai dengan dana yang dimiliki di situasi pandemi Covid-19.
"Karena amplopnya diberi segitu, kita harus melakukan sedemikian rupa. Amplopnya cuma diberi satu, kalau amplopnya ada dua atau tiga bisa lah (anggaran lebih banyak),” imbuhnya.
Dia pun akhirnya mengaku dimarahi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani karena disalahkan atas pemotongan anggaran MPR.
Lihat Juga :