China Mundur dari Proyek Blast Furnace KRAS, Erick Thohir Beberkan Alasannya
Senin, 06 Desember 2021 - 17:11 WIB
loading...
A
A
A
Alasan penghentian karena pabrik tidak mampu menghasilkan baja dengan harga pasar yang kompetitif. Sementara, biaya operasionalnya tercatat tinggi.
Sejak proyek tersebut dimulai pada 2011 lalu, perusahaan sudah mengeluarkan anggaran sekitar USD714 juta atau sekitar Rp10 triliun. Angka ini mengalami pembengkakan Rp3 triliun dari rencana semula yang hanya Rp7 triliun.
Pada Juli 2019 lalu, mantan Komisaris Independen Krakatau Steel Roy Maningkas mencatat permasalahan tersebut sudah disampaikan oleh Dewan Komisaris kepada Kementerian BUMN untuk di ambil jalan keluarnya.
Blast furnace sejak 2011 disebut sebagai proyek serba salah. Pasalnya, dengan kondisi saat ini proyek ini diperkirakan merugikan perusahaan senilai Rp1,3 triliun setiap tahunnya. Namun, jika dihentikan, maka Krakatau Steel akan kehilangan dana sekitar Rp10 triliun.
Sejak proyek tersebut dimulai pada 2011 lalu, perusahaan sudah mengeluarkan anggaran sekitar USD714 juta atau sekitar Rp10 triliun. Angka ini mengalami pembengkakan Rp3 triliun dari rencana semula yang hanya Rp7 triliun.
Pada Juli 2019 lalu, mantan Komisaris Independen Krakatau Steel Roy Maningkas mencatat permasalahan tersebut sudah disampaikan oleh Dewan Komisaris kepada Kementerian BUMN untuk di ambil jalan keluarnya.
Blast furnace sejak 2011 disebut sebagai proyek serba salah. Pasalnya, dengan kondisi saat ini proyek ini diperkirakan merugikan perusahaan senilai Rp1,3 triliun setiap tahunnya. Namun, jika dihentikan, maka Krakatau Steel akan kehilangan dana sekitar Rp10 triliun.
(fai)
Lihat Juga :