Ditinggal Partner, Pertamina Putuskan Tunda Proyek Kilang Bontang
Senin, 08 Juni 2020 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
Melalui program PLBC, Kilang Cilacap telah memproduksi pertamax yang sudah masuk standar EURO IV sekitar 66% lebih banyak dari sebelumnya. Tidak hanya itu, dari seluruh proyek kilang tersebut diperkirakan bakal menyediakan lapangan pekerjaan sekitar 130.000 orang saat konstruksi dan sekitar 10.000 orang saat operasi serta membuka jutaan pekerjaan di berbagai sektor.
Terkait proyek GRR Bontang ditargetkan mampu membangun kilang baru berkapasitas 300.000 barel per hari. Pertamina sempat menggandeng mitra OOG dan menandatangani perjanjian framework agreement pada 2018 lalu.
Kilang Balongan
Di sisi lain, Pertamina masih berpeluang melanjutkan kerja sama dengan investor asal Uni Emiart Arab, yakni Abu Dhabi National Oil Company (Adnoc) untuk membangun fasilitas pengolahan dan produksi petrokimia di area Kilang Balongan. Pembangunan fasilitas itu merupakan bagian dari program pengembangan kilang Pertamina yang terdiri dari tiga fase, yakni fase pertama, fase kedua, dan fase ketiga.
Pada fase pertama dan kedua akan dilakukan upgrading kilang eksisting dan fase ketiga membangun refinery dengan petrokimia. Rencananya Adnoc akan berkolaborasi dengan China Petroleum Corporation (CPC) Taiwan untuk mengerjakan proyek fase tiga. “Adnoc tetap jadi calon partner kita di fase ketiga yang akan kita gabung dengan CPC,” kata Talullembang. (Baca juga: Ahok Dikabarkan Jadi Dirut Pertamina, Menteri BUMN: Itu Nanti)
Terkait proyek GRR Bontang ditargetkan mampu membangun kilang baru berkapasitas 300.000 barel per hari. Pertamina sempat menggandeng mitra OOG dan menandatangani perjanjian framework agreement pada 2018 lalu.
Kilang Balongan
Di sisi lain, Pertamina masih berpeluang melanjutkan kerja sama dengan investor asal Uni Emiart Arab, yakni Abu Dhabi National Oil Company (Adnoc) untuk membangun fasilitas pengolahan dan produksi petrokimia di area Kilang Balongan. Pembangunan fasilitas itu merupakan bagian dari program pengembangan kilang Pertamina yang terdiri dari tiga fase, yakni fase pertama, fase kedua, dan fase ketiga.
Pada fase pertama dan kedua akan dilakukan upgrading kilang eksisting dan fase ketiga membangun refinery dengan petrokimia. Rencananya Adnoc akan berkolaborasi dengan China Petroleum Corporation (CPC) Taiwan untuk mengerjakan proyek fase tiga. “Adnoc tetap jadi calon partner kita di fase ketiga yang akan kita gabung dengan CPC,” kata Talullembang. (Baca juga: Ahok Dikabarkan Jadi Dirut Pertamina, Menteri BUMN: Itu Nanti)
Lihat Juga :