Menko Airlangga Beberkan Pentingnya Presidensi G20 Indonesia
Selasa, 07 Desember 2021 - 11:54 WIB
loading...
A
A
A
"G20 harus mampu menangani berbagai permasalahan struktural yang menghambat efisiensi dan produktivitas, serta mendorong perluasan inklusi ekonomi," kata Airlangga.
Sebagai gambaran kondisi pemulihan kesehatan di Indonesia, sejalan dengan target WHO untuk vaksinasi dosis ke-2, yaitu 40% dari jumlah penduduk, maka Indonesia diperkirakan akan mencapai sekitar 113 juta jiwa (41,8% dari total jumlah penduduk Indonesia) atau sekitar 54,3% dari sasaran pada akhir tahun 2021. Adapun posisi saat ini, capaian vaksinasi dosis-2 sejumlah 99,6 juta jiwa atau sekitar sekitar 37% dari total jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 47,8% dari sasaran.
Airlangga melanjutkan, Presiden memberikan arahan agar Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 mengusung 3 topik utama, yaitu (1) Arsitektur Kesehatan Global: upaya Indonesia untuk memperkuat dan menyusun kembali tata kelola dan arsitektur kesehatan global pasca pandemi. Mendorong ASEAN, terutama Indonesia menjadi transfer hub untuk pengembangan dan produksi vaksin.
Kedua, Transformasi berbasis Digital: membuat nilai-nilai ekonomi melalui teknologi digital serta mendorong digitalisasi sektor-sektor yang menjadi mesin pertumbuhan baru. Ketiga, Transisi Energi: memperluas akses terhadap teknologi yang bersih dan terjangkau, serta pembiayaan untuk mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Ketiga topik utama tersebut akan menjadi guidance untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih pro-rakyat, lebih konkret, dan dapat diterapkan.
Presidensi G20 Indonesia 2022 diharapkan akan berkontribusi dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional dan global, termasuk memperjuangkan negara-negara kecil dan berkembang. Melalui Presidensi G20, mengajak negara anggota G20, negara undangan dan organisasi internasional, untuk merumuskan aksi-aksi nyata bagi pemulihan ekonomi global.
Selain itu, kehadiran para delegasi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perekonomian Indonesia, baik secara langsung (seperti menumbuhkan kembali sektor akomodasi, perhotelan, transportasi, UMKM, dan sektor-sektor terkait lainnya), maupun secara tidak langsung dengan meningkatnya kepercayaan para investor kepada Indonesia.
Sebagai gambaran kondisi pemulihan kesehatan di Indonesia, sejalan dengan target WHO untuk vaksinasi dosis ke-2, yaitu 40% dari jumlah penduduk, maka Indonesia diperkirakan akan mencapai sekitar 113 juta jiwa (41,8% dari total jumlah penduduk Indonesia) atau sekitar 54,3% dari sasaran pada akhir tahun 2021. Adapun posisi saat ini, capaian vaksinasi dosis-2 sejumlah 99,6 juta jiwa atau sekitar sekitar 37% dari total jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 47,8% dari sasaran.
Airlangga melanjutkan, Presiden memberikan arahan agar Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 mengusung 3 topik utama, yaitu (1) Arsitektur Kesehatan Global: upaya Indonesia untuk memperkuat dan menyusun kembali tata kelola dan arsitektur kesehatan global pasca pandemi. Mendorong ASEAN, terutama Indonesia menjadi transfer hub untuk pengembangan dan produksi vaksin.
Kedua, Transformasi berbasis Digital: membuat nilai-nilai ekonomi melalui teknologi digital serta mendorong digitalisasi sektor-sektor yang menjadi mesin pertumbuhan baru. Ketiga, Transisi Energi: memperluas akses terhadap teknologi yang bersih dan terjangkau, serta pembiayaan untuk mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Ketiga topik utama tersebut akan menjadi guidance untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih pro-rakyat, lebih konkret, dan dapat diterapkan.
Presidensi G20 Indonesia 2022 diharapkan akan berkontribusi dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional dan global, termasuk memperjuangkan negara-negara kecil dan berkembang. Melalui Presidensi G20, mengajak negara anggota G20, negara undangan dan organisasi internasional, untuk merumuskan aksi-aksi nyata bagi pemulihan ekonomi global.
Selain itu, kehadiran para delegasi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perekonomian Indonesia, baik secara langsung (seperti menumbuhkan kembali sektor akomodasi, perhotelan, transportasi, UMKM, dan sektor-sektor terkait lainnya), maupun secara tidak langsung dengan meningkatnya kepercayaan para investor kepada Indonesia.
Lihat Juga :