Menko Airlangga Beberkan Pentingnya Presidensi G20 Indonesia
Selasa, 07 Desember 2021 - 11:54 WIB
loading...
A
A
A
"Pertemuan Pertama Tingkat Sherpa G20 (sherpa track) ini merupakan pembuka dari rangkaian pertemuan Presidensi G20 Indonesia, dan akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 7-8 Desember 2021, serta akan dilanjutkan dengan Pertemuan Pertama Tingkat Deputi Keuangan dan Bank Sentral (Finance Track) di Bali pada 9-10 Desember 2021," jelas Airlangga.
Melalui rangkaian pertemuan tersebut, Indonesia akan menyampaikan agenda prioritas yang akan diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia, baik pada Sherpa Track maupun Finance Track. Selain itu, diharapkan para anggota G20, negara undangan, dan organisasi internasional dapat memberikan inisatif konkret sehingga menghasilkan deliverables yang responsif terhadap tantangan global, actionable, dan terukur.
Dalam pertemuan Sherpa hari ini hadir pula organisasi African Union yang diwakili oleh Republik Demokratik Kongo. Peran dan keterlibatan Afrika sebagai kawasan dengan jumlah populasi lebih dari 1,3 miliar sangat penting dalam peran inklusif dari G20 terhadap pemulihan ekonomi global.
Forum G20 diharapkan menjadi wake up call bagi kita semua dan tidak menjadi “Menara Gading” yang tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi global. Sangat penting bagi G20 untuk menjadi troubleshooter atas ketidakpastian dan tantangan global.
Sebagai salah satu showcasing inisiatif konkret Indonesia dalam forum G20 ini, maka besok para Sherpa G20, akan mengunjungi Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0). Making Indonesia 4.0 menjadi salah satu isu yang diusulkan oleh Presidensi Indonesia, yaitu transformasi industri 4.0, Ekosistem Industri yang modern, ramah lingkungan, berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Baca juga: Mempesona, Begini Penampakan Lava Gunung Semeru dari Desa Sumber Sari
"PIDI 4.0 merupakan solusi satu atap dalam percepatan transformasi Industri 4.0 di Indonesia, dan menjadi jendela Indonesia 4.0 untuk dunia. PIDI 4.0 menawarkan 5 layanan utama dalam membantu Industri bertransformasi ke Industri 4.0 yaitu Showcase Center, Delivery Center, Capability Center, Ecosystem for Industry 4.0, dan Engineering and AI Center," tutup Airlangga.
Melalui rangkaian pertemuan tersebut, Indonesia akan menyampaikan agenda prioritas yang akan diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia, baik pada Sherpa Track maupun Finance Track. Selain itu, diharapkan para anggota G20, negara undangan, dan organisasi internasional dapat memberikan inisatif konkret sehingga menghasilkan deliverables yang responsif terhadap tantangan global, actionable, dan terukur.
Dalam pertemuan Sherpa hari ini hadir pula organisasi African Union yang diwakili oleh Republik Demokratik Kongo. Peran dan keterlibatan Afrika sebagai kawasan dengan jumlah populasi lebih dari 1,3 miliar sangat penting dalam peran inklusif dari G20 terhadap pemulihan ekonomi global.
Forum G20 diharapkan menjadi wake up call bagi kita semua dan tidak menjadi “Menara Gading” yang tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi global. Sangat penting bagi G20 untuk menjadi troubleshooter atas ketidakpastian dan tantangan global.
Sebagai salah satu showcasing inisiatif konkret Indonesia dalam forum G20 ini, maka besok para Sherpa G20, akan mengunjungi Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0). Making Indonesia 4.0 menjadi salah satu isu yang diusulkan oleh Presidensi Indonesia, yaitu transformasi industri 4.0, Ekosistem Industri yang modern, ramah lingkungan, berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Baca juga: Mempesona, Begini Penampakan Lava Gunung Semeru dari Desa Sumber Sari
"PIDI 4.0 merupakan solusi satu atap dalam percepatan transformasi Industri 4.0 di Indonesia, dan menjadi jendela Indonesia 4.0 untuk dunia. PIDI 4.0 menawarkan 5 layanan utama dalam membantu Industri bertransformasi ke Industri 4.0 yaitu Showcase Center, Delivery Center, Capability Center, Ecosystem for Industry 4.0, dan Engineering and AI Center," tutup Airlangga.
(uka)
Lihat Juga :