Jadi Pesaing China, Uni Eropa Siapkan Rp4.868 Triliun
Rabu, 08 Desember 2021 - 08:48 WIB
loading...
A
A
A
Perusahaan Cosco China memiliki dua pertiga dari pelabuhan kontainer terbesar Yunani di Piraeus dan China Road and Bridge Corporation telah membangun jembatan utama di Kroasia.
"Ketika datang pilihan soal investasi. Beberapa opsi yang ada terlalu sering berbarengan dengan banyak catatan kecil yang mencakup konsekuensi besar, baik itu secara finansial, politik tetapi juga sosial," kata Presiden Komisi UE.
Andrew Small, seorang Rekan Transatlantik Senior di German Marshall Fund, mengungkapkan kepada BBC bahwa itu menandai "upaya serius pertama dari pihak Eropa untuk menyiapkan paket dan mencari tahu mekanisme pembiayaan, sehingga negara-negara yang mempertimbangkan untuk mengambil pinjaman dari China memiliki opsi alternatif".
Pada briefing bulan lalu, Duta Besar China untuk Uni Eropa, Zhang Ming mengatakan, Beijing menyambut baik strategi Gateway Global Uni Eropa bila terbuka dan dapat "membantu negara-negara berkembang".
Namun dia juga memperingatkan "setiap upaya untuk mengubah proyek infrastruktur menjadi alat geopolitik, maka akan mengecewakan harapan masyarakat internasional dan membahayakan kepentingan sendiri".
Belt and Road telah menjadi bagian dari kebijakan luar negeri China. Meskipun telah mengembangkan hubungan perdagangan dengan mengucurkan dana besar untuk pembangunan jalan, pelabuhan, jalur kereta api dan jembatan. Namun upaya China itu dikritik yang dianggap sebagai 'pinjaman predator' dan dilabeli dengan sebutan 'diplomasi perangkap utang'.
"Pertanyaannya adalah apakah Uni Eropa benar-benar dapat bertindak dalam ruang geopolitik ini," kata Andrew Small.
"Ketika datang pilihan soal investasi. Beberapa opsi yang ada terlalu sering berbarengan dengan banyak catatan kecil yang mencakup konsekuensi besar, baik itu secara finansial, politik tetapi juga sosial," kata Presiden Komisi UE.
Andrew Small, seorang Rekan Transatlantik Senior di German Marshall Fund, mengungkapkan kepada BBC bahwa itu menandai "upaya serius pertama dari pihak Eropa untuk menyiapkan paket dan mencari tahu mekanisme pembiayaan, sehingga negara-negara yang mempertimbangkan untuk mengambil pinjaman dari China memiliki opsi alternatif".
Pada briefing bulan lalu, Duta Besar China untuk Uni Eropa, Zhang Ming mengatakan, Beijing menyambut baik strategi Gateway Global Uni Eropa bila terbuka dan dapat "membantu negara-negara berkembang".
Namun dia juga memperingatkan "setiap upaya untuk mengubah proyek infrastruktur menjadi alat geopolitik, maka akan mengecewakan harapan masyarakat internasional dan membahayakan kepentingan sendiri".
Belt and Road telah menjadi bagian dari kebijakan luar negeri China. Meskipun telah mengembangkan hubungan perdagangan dengan mengucurkan dana besar untuk pembangunan jalan, pelabuhan, jalur kereta api dan jembatan. Namun upaya China itu dikritik yang dianggap sebagai 'pinjaman predator' dan dilabeli dengan sebutan 'diplomasi perangkap utang'.
"Pertanyaannya adalah apakah Uni Eropa benar-benar dapat bertindak dalam ruang geopolitik ini," kata Andrew Small.
Lihat Juga :