Jadi Pesaing China, Uni Eropa Siapkan Rp4.868 Triliun
Rabu, 08 Desember 2021 - 08:48 WIB
loading...
A
A
A
"Atau terlalu kaku, terlalu macet oleh pertempuran birokrasi internal? Jika mereka gagal dalam hal ini, itu adalah kehilangan besar," katanya.
Seorang diplomat mengatakan kepada saya: "Ini pertanda baik bahwa akhirnya Eropa menegaskan pengaruhnya di bidang ini. Ini adalah kepentingan bersama yang kami bagikan dengan teman-teman transatlantik kami di AS dan Inggris."
Baca Juga: Wamendag: Manfaatkan Jalur Sutra Baru untuk Perluas Perdagangan RI
Tetapi minat bersama juga dapat menciptakan lebih banyak persaingan, menurut Scott Morris, seorang Rekan Senior di Pusat Pembangunan Global.
Bagaimanapun, Amerika Serikat (AS) juga memiliki inisiatif bertajuk "Build Back Better World" yang diluncurkan di G7 Juni lalu. "Ini adalah ruang yang bising dengan banyak brand saling bertemu," kata Morris.
Namun dia berharap inisiatif Global Gateway yang diusung UE dapat berjalan sukses. Hanya saja ia mengatakan, 'yang lebih penting' daripada menyaingi China, adalah langkah ini menjadi kesempatan bagi Eropa untuk "mencapai skala pembiayaan yang dapat melakukan kebaikan di negara-negara berkembang yang membutuhkan modal".
Seorang diplomat mengatakan kepada saya: "Ini pertanda baik bahwa akhirnya Eropa menegaskan pengaruhnya di bidang ini. Ini adalah kepentingan bersama yang kami bagikan dengan teman-teman transatlantik kami di AS dan Inggris."
Baca Juga: Wamendag: Manfaatkan Jalur Sutra Baru untuk Perluas Perdagangan RI
Tetapi minat bersama juga dapat menciptakan lebih banyak persaingan, menurut Scott Morris, seorang Rekan Senior di Pusat Pembangunan Global.
Bagaimanapun, Amerika Serikat (AS) juga memiliki inisiatif bertajuk "Build Back Better World" yang diluncurkan di G7 Juni lalu. "Ini adalah ruang yang bising dengan banyak brand saling bertemu," kata Morris.
Namun dia berharap inisiatif Global Gateway yang diusung UE dapat berjalan sukses. Hanya saja ia mengatakan, 'yang lebih penting' daripada menyaingi China, adalah langkah ini menjadi kesempatan bagi Eropa untuk "mencapai skala pembiayaan yang dapat melakukan kebaikan di negara-negara berkembang yang membutuhkan modal".
(akr)
Lihat Juga :