Sektor Jasa Keuangan Stabil dan Membaik, OJK Siapkan Tujuh Fokus Kebijakan Pada 2020

Kamis, 09 Desember 2021 - 17:57 WIB
loading...
Sektor Jasa Keuangan...
OJK menyiapkan tujuh fokus kebijakan utama di 2022 untuk terus menjaga momentum pemulihan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan. (Foto: Antara)
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan mencatat kondisi sektor jasa keuangan hingga Desember ini dalam kondisi stabil dengan kinerja yang membaik seiring dengan perekonomian yang meningkat. OJK juga menyiapkan tujuh fokus kebijakan utama di 2022 untuk terus menjaga momentum pemulihan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.

Rencana kebijakan tersebut sejalan dengan upaya OJK untuk terus berperan aktif dalam mewujudkan perekonomian nasional yang tumbuh kuat, mampu menciptakan kesempatan kerja luas dan seimbang di semua sektor perekonomian, serta memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (9/11/2021).

Di sektor pasar modal Indonesia berada dalam kondisi yang stabil dan terkendali seiring dengan peningkatan jumlah investor retail di pasar modal, yang tercermin dari:

1. IHSG tercatat menguat ke level 6.602,57 atau tumbuh 10,45 persen (ytd) sampai dengan 8 Desember 2021,. Kinerja IHSG saat ini sudah jauh lebih baik dibanding pada saat titik terendahnya, yaitu 3.937,63, pada 24 Maret 2020 ketika kasus positif di Indonesia mulai terpantau meningkat.

2. Penghimpunan dana melalui pasar modal hingga 7 Desember 2021 mencapai Rp335,8 Triliun dari 180 penawaran umum. Capaian ini jauh melampaui perolehan tahun 2020 sebesar Rp118,7 Triliun. Selain itu, masih terdapat 11 Penawaran Umum sebesar Rp13,99 Triliun yang masih berada di pipeline.

3. Pasar modal domestik juga telah mencatatkan lonjakan pertumbuhan investor yang didominasi oleh investor milenial (Nov-21: 7,2 juta investor; tumbuh 101,72 persen yoy). Dari jumlah tersebut sebanyak 99 persen adalah investor ritel.

Sementara di sektor perbankan memiliki tingkat permodalan dan likuiditas yang memadai dengan tingkat risiko masih terjaga baik. Per Oktober 2021, rasio kecukupan modal minimum (CAR) berada di level 25,34 persen dan dipertahankan di atas 20 persen selama periode pandemi sehingga perbankan Indonesia memiliki kemampuan yang baik untuk menyerap setiap potensi risiko (risk taking capacity).

Di tengah penanganan pandemi, fungsi intermediasi telah menunjukan trend peningkatan. Per Okt-21, pertumbuhan kredit perbankan tercatat sebesar 3,24 persen yoy dan 3,21 persen ytd (per 1 Des 21 tumbuh 3,98 persen ytd).

Dari sisi segmen debitur, kredit UMKM mulai tumbuh positif (3,04 persen yoy atau 3,35 persen ytd). Sejalan dengan hal tersebut kredit korporasi juga sudah tumbuh positif (1,87 persen yoy dan 2,40 persen ytd). Pertumbuhan kredit didukung penyaluran kredit Bank Persero (6,84 persen yoy; 5,31 persen ytd) dan BPD (5,99 persen yoy; 4,04 persen ytd).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Sektor Perbankan dan...
Sektor Perbankan dan Keuangan UEA Digoyang Perang AS-Iran, Begini Kondisinya
OJK Sita Aset Rp113,97...
OJK Sita Aset Rp113,97 Miliar Terkait Kasus Asuransi Prolife Indonesia
Friderica Widyasari...
Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi PJ Ketua OJK
Perbanas Institute Gaungkan...
Perbanas Institute Gaungkan Strategi Keuangan Berkelanjutan dalam SNAP 2025
Rekomendasi
Mendagri Tito Tegaskan...
Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan
Gandeng Raisa dan Eross...
Gandeng Raisa dan Eross Candra, iForte & Protelindo Group Rilis Lagu Cahaya Hati
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Berita Terkini
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved