Tak Berubah Sejak 2017, Harga LPG Harusnya Sudah Naik Ikuti Harga Minyak
Jum'at, 10 Desember 2021 - 11:33 WIB
loading...
A
A
A
Mamit mengatakan, kendati pangsa pasar LPG nonsubsidi saat ini hanya 7,5% dari total penjualan LPG Pertamina, akan tetapi kenaikan harga ini menurutnya sangat berdampak terhadap keuangan BUMN migas tersebut. Pasalnya, selisih harga beli dan jua yang begitu besar.
"Karena ini LPG nonsubsidi, seharusnya mengikuti harga pasar yang berlaku. Sama seperti BBM yang dijual oleh SPBU swasta yang menyesuaikan dengan naik turunnya harga minyak dunia," tuturnya.
Dia juga menyoroti bahwa LPG nonsubsidi penggunanya adalah golongan menengah ke atas. Hal ini, tegas dia, sama saja Pertamina menyubsidi LPG untuk golongan mampu. "Jadi secara konsep ini sudah salah. Subsidi harusnya diberikan kepada masyarakat tidak mampu," cetusnya.
Baca Juga: 9 Misteri Sejarah Terbesar yang Belum Terpecahkan, Nomor Terakhir Menyangkut Indonesia
Karena itu, Mamit menilai sudah saatnya adanya penyesuaian harga untuk LPG ukuran 5,5 kg dan 12 kg nonsubsidi. Terlebih, imbuh dia, harga LPG di Indonesia saat ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga.
"Karena ini LPG nonsubsidi, seharusnya mengikuti harga pasar yang berlaku. Sama seperti BBM yang dijual oleh SPBU swasta yang menyesuaikan dengan naik turunnya harga minyak dunia," tuturnya.
Dia juga menyoroti bahwa LPG nonsubsidi penggunanya adalah golongan menengah ke atas. Hal ini, tegas dia, sama saja Pertamina menyubsidi LPG untuk golongan mampu. "Jadi secara konsep ini sudah salah. Subsidi harusnya diberikan kepada masyarakat tidak mampu," cetusnya.
Baca Juga: 9 Misteri Sejarah Terbesar yang Belum Terpecahkan, Nomor Terakhir Menyangkut Indonesia
Karena itu, Mamit menilai sudah saatnya adanya penyesuaian harga untuk LPG ukuran 5,5 kg dan 12 kg nonsubsidi. Terlebih, imbuh dia, harga LPG di Indonesia saat ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sejumlah negara tetangga.
Lihat Juga :