Pemerintah Kaji PPnBM 0% Otomotif Diterapkan Permanen
Jum'at, 10 Desember 2021 - 13:06 WIB
loading...
Insentif PPnBM 0% untuk industri otomotif diusulkan diterapkan secara permanen. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan pajak penjualan atas barang mewah yang ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) akan dipermanenkan. Menurutnya, kebijakan itu mampu memberikan dampak signifikan pada pemulihan sektor otomotif dan meningkatkan kepercayaan pelaku industri.
"Salah satu bentuk insentif yang akan diusulkan Kemenperin, yaitu PPnBM 0% secara permanen untuk produk otomotif dengan local purchase yang sudah mencapai 80%," kata Menperin dalam keterangan resminya, Jumat (10/12/2021).
Usulan ini pun disebut Menperin harus dipersiapkan dengan penuh kehati-hatian dan memperhitungkan detail lainnya. “Pemerintah sedang mempersiapkannya secara berhati-hati dengan memperhitungkan cost and benefit, serta menyusun time frame-nya,” ucapnya.
Agus menerangkan bahwasanya industri otomotif merupakan salah satu sektor penting dan sebagai kontributor utama terhadap PDB. Sektor ini banyak menyerap tenaga kerja.
"Saat ini terdapat 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun, dengan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang," cetusnya.
"Salah satu bentuk insentif yang akan diusulkan Kemenperin, yaitu PPnBM 0% secara permanen untuk produk otomotif dengan local purchase yang sudah mencapai 80%," kata Menperin dalam keterangan resminya, Jumat (10/12/2021).
Usulan ini pun disebut Menperin harus dipersiapkan dengan penuh kehati-hatian dan memperhitungkan detail lainnya. “Pemerintah sedang mempersiapkannya secara berhati-hati dengan memperhitungkan cost and benefit, serta menyusun time frame-nya,” ucapnya.
Agus menerangkan bahwasanya industri otomotif merupakan salah satu sektor penting dan sebagai kontributor utama terhadap PDB. Sektor ini banyak menyerap tenaga kerja.
"Saat ini terdapat 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun, dengan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang," cetusnya.
Lihat Juga :