Gandeng Neurabot, Kemenperin Bangun Metode Deteksi Dini Covid-19
Senin, 08 Juni 2020 - 16:16 WIB
loading...
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin, Gati Wibawaningsih (dua kiri). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi perusahaan rintisan (startup) dalam negeri, Neurabot, sebagai pengembang data mining platform terpusat bagi data citra pasien Covid-19 yang telah teridentifikasi.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan perusahaan ini menjadi bagian dari gugus tugas kecerdasan buatan dan teknologi informasi (Task Force AI & TI) dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Adapun Neurabot merupakan finalis program Startup 4 Industry yang diinisiasi Kemenperin pada tahun 2018, bersama pakar artificial intelligent (AI) dan akademisi bidang AI di Indonesia juga bertugas untuk mengembangkan penerapan teknologi deep learning pada pemeriksaan CT-scan paru-paru, serta foto polos dada (x-ray).
Ini merupakan salah satu modalitas deteksi cepat kasus Covid-19 dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi, sehingga dapat membantu pengambilan keputusan klinis dalam pandemi saat ini.
“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada Neurabot yang turut berkontribusi dalam penanganan wabah Covid-19 di Indonesia,” kata Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin (8/6/2020).
Dirjen IKMA menjelaskan, Neurabot adalahstartup yang mendapatkan hak cipta di bidang "Platform Laboratorium Pemrosesan Citra Digital dengan Teknologi Artificial Intelligence".
“Algoritma AI merupakan salah satu kekayaan intelektual bagi startup yang harus dilindungi. Klinik HKI kami telah memfasilitasi hak cipta dan mereknya,” imbuh Gati.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan perusahaan ini menjadi bagian dari gugus tugas kecerdasan buatan dan teknologi informasi (Task Force AI & TI) dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Adapun Neurabot merupakan finalis program Startup 4 Industry yang diinisiasi Kemenperin pada tahun 2018, bersama pakar artificial intelligent (AI) dan akademisi bidang AI di Indonesia juga bertugas untuk mengembangkan penerapan teknologi deep learning pada pemeriksaan CT-scan paru-paru, serta foto polos dada (x-ray).
Ini merupakan salah satu modalitas deteksi cepat kasus Covid-19 dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi, sehingga dapat membantu pengambilan keputusan klinis dalam pandemi saat ini.
“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada Neurabot yang turut berkontribusi dalam penanganan wabah Covid-19 di Indonesia,” kata Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin (8/6/2020).
Dirjen IKMA menjelaskan, Neurabot adalahstartup yang mendapatkan hak cipta di bidang "Platform Laboratorium Pemrosesan Citra Digital dengan Teknologi Artificial Intelligence".
“Algoritma AI merupakan salah satu kekayaan intelektual bagi startup yang harus dilindungi. Klinik HKI kami telah memfasilitasi hak cipta dan mereknya,” imbuh Gati.
Lihat Juga :