Covid Renggut Nyawa 5,2 Juta Jiwa, Luhut Ungkap Ancaman Ngeri Lainnya

Senin, 13 Desember 2021 - 10:08 WIB
loading...
Covid Renggut Nyawa...
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan tantangan ekonomi hingga investasi di masa depan. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan perekonomian hingga iklim investasi di era baru. Tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan akan lebih besar, mulai dari pandemi Covid, ancaman perubahan iklim hingga perang dagang Amerika Serikat dan juga Tiongkok.

“Kondisi perekonomian dan iklim investasi Indonesia sedang menghadapi era baru dengan tantangan yang begitu besar dan belum sama sekali kita pernah hadapi sebelumnya,” kata Menko Luhut melalui keterangan secara resmi, Senin (13/12/2021).

Baca Juga: Bernilai Rp2.044 T di 2025, Menko Luhut Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital

Pertama, Menko Luhut menyatakan ancaman pandemi Covid-19 yang menjangkit lebih dari 268 juta orang dan menyebabkan lebih dari 5,2 juta korban jiwa di seluruh dunia. “Kedua, ancaman perubahan iklim semakin di depan mata. Kemudian yang ketiga, perubahan geopolitik dunia, terutama persaingan antara dua negara adidaya, Tiongkok dan Amerika Serikat,” urainya.

Perubahan dunia yang semakin dinamis dan begitu kompleks serta banyak tantangan begitu terdengar berat bagi Indonesia.

“Namun, saya ingin mengajak kita semua untuk terus bangkit, beradaptasi dan melihat potensi dari setiap tantangan yang dihadapi. Belajar dari pengalaman menangani Covid-19 telah mengajarkan bahwa kita mampu untuk beradaptasi,” tambahnya.

Baca Juga: Sambangi Huawei, Luhut Buka Peluang Kerja Sama Transformasi Digital dan Energi Hijau

Sejak pertengahan Juni lalu, Indonesia dihadapkan pada situasi peningkatan kasus harian yang didorong oleh varian delta yang sangat cepat. “Dengan kerjasama yang baik antara Pemerintah Pusat-Daerah, para ahli, tenaga kesehatan, TNI/Polri, dan seluruh masyarakat, kebijakan tersebut mampu menurunkan kasus secara cepat,” tandas dia.

Meski demikian, Menko Luhut mengaku Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejauh ini, tidak dapat menghalangi niat Indonesia semua untuk terus belajar, menggali informasi dan mengembangkan apa yang ingin dicapai kedepan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Demi Gencatan Dagang...
Demi Gencatan Dagang Berlanjut, China Beri Sinyal Terima Kenaikan Tarif AS
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD,...
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD, Luhut Ingatkan OJK Punya Tugas Tambahan
Luhut Buka Suara Soal...
Luhut Buka Suara Soal Gonjang-ganjing Bursa Saham RI: Investor Global Masih Wait and See
Piala Dunia 2026 dan...
Piala Dunia 2026 dan Bayang-bayang Jet Pribadi Infantino
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rekomendasi
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Komitmen Nol Emisi FIFA...
Komitmen Nol Emisi FIFA Tercoreng Jet Pribadi Infantino di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Demi Jaga Pasokan Listrik,...
Demi Jaga Pasokan Listrik, Kebijakan DMO dan RKAB Perlu Dievaluasi
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved