Waspada Penipuan Berkedok Suntik Modal Alkes, Begini Modusnya

Senin, 13 Desember 2021 - 22:30 WIB
loading...
Waspada Penipuan Berkedok...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Iming-iming investasi berkedok suntik modal alat kesehatan (alkes) belakangan ini marak. Terkini, praktik money game ini dikabarkan merugikan banyak orang dengan total kerugian hingga Rp1,2 triliun.

"Scam terbesar tahun ini, kasus investasi suntik modal alkes, kerugian mencapai 1,2T dan asset yang berhasil disita saat ini mencapai 36M. Posisi pelaku saat ini kabur dan masih buron!" ungkap Niko Rachman dalam cuitannya di Twitter, Minggu (12/12/2021).

Mengutip laman Instagram Big Alpha, Senin (13/12/2021), modus investasi bodong suntik modal berawal dari dana yang disuntik itu digunakan untuk membantu produksi pabrik atau gudang alat kesehatan dalam memasok kebutuhan alat kesehatan ke pemerintah langsung.

Baca juga: Korban Penipuan Investasi Bodong Alkes Rp180 Miliar Lapor ke Polda Metro Jaya

Kenapa pabrik atau gudang butuh suntikan modal? Karena permintaan dari pemerintah besar, namun baru dibayarkan setelah barang produksi jadi atau sekitar 2 - 4 minggu. Sedangkan saat produksi membutuhkan bahan pokok, tenaga kerja yang harus dibayar dahulu.

Perlu diketahui, suntik modal merupakan nama lain dari investasi. Contoh suntik modal misalnya, seseorang punya modal 1 slot dengan Rp200.000 profit Rp30.000, jadi total yang di dapat Rp230.000, berlaku kelipatan dan cair sesuai tanggal yang sudah ditentukan.

Untuk kelipatan, misalnya seseorang ikut 5 slot, berarti modal 5 x 200,000 = 1.000.000, profit 5 x 30.000 = 150.000 dan berlaku kelipatan jika ingin mengambil 50 slot, 100 slot, tetap dikalikan slot yang diambil. Artinya, bisa cuan 15% dalam 2 - 4 minggu, bahkan berlaku kelipatan modal.

Suntik modal tersebut tidak ada minimal, jadi bebas mau berapapun ambil slot. Modus tersebut juga membolehkan investor menarik modal setelah cair, karena sistemnya tidak mewajibkan untuk ikut slot berikutnya.

Baca juga: Jokowi: Jangan Sampai Investor Kapok karena Banyak Ongkos Sana Sini

Investor suntik modal alkes ini diiming-iming tinggal duduk manis saja. Setelah investasi, tidak perlu jualan juga, karena alat kesehatan ini permintaan pemerintah langsung untuk disebar ke rumah sakit seluruh Indonesia.

Ditekankan juga bahwa suntik modal alkes ini bukan saham yang bisa turun dan naik. Suntik modal ini adalah modal investor kembali dengan keuntungan sesuai tanggal yang sudah disepakati di awal.

Jadi kenapa banyak yang tergiur? Suntik modal alias sunmod ini high risk dan high return dengan tidak ada jaminan sama sekali, yang tertipu jelas karena iming-iming cuan yang besar tadi.

Jika memang dapat proyek dari pemerintah dan butuh dana segar untuk modal kerja, seseorang bisa saja datang ke bank atau fintech. Invoice pemerintahnya "digadaikan" dan langsung dapat cash saat itu juga, Big Alpha menyebutnya skema 'invoice financing'.

Modus berikutnya pasti ada di depan mata, money game berkedok investasi seolah tidak pernah surut di Indonesia. Suntik modal alkes, kebun kurma, koperasi, investasi tambang pasir, bisnis travel, investasi kebun kayu jati, peternakan sapi, dan masih banyak lagi.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Perkuat Literasi lewat...
Perkuat Literasi lewat Pojok Baca di SD Muhammadiyah Worawari dan Edukasi Keuangan Bagi Mahasiswa
Fintech Makin Dekat...
Fintech Makin Dekat dengan Gen Z, OVO Dorong Mahasiswa Lebih Cerdas Kelola Keuangan
Akuntabilitas Jadi Kunci...
Akuntabilitas Jadi Kunci Keberlanjutan Industri Fintech
Waspada Penipuan Digital,...
Waspada Penipuan Digital, OVO Ingatkan Warga Jangan Bagikan OTP dan PIN
Setoran Pajak Digital...
Setoran Pajak Digital Awal 2026 Sentuh Rp50 Triliun, Segini Kontribusi Kripto hingga Fintech
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Minta Tunda Pemeriksaan hingga 29 Juni 2026
Rekomendasi
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved