Perbaikan Tata Kelola Energi dan Pertambangan Mendesak, Khususnya Regulasi

Senin, 08 Juni 2020 - 20:01 WIB
loading...
Perbaikan Tata Kelola...
Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) menilai ada kebutuhan mendesak dalam upaya perbaikan tata kelola sektor energi dan pertambangan Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Direktur eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP), Bisman Bhaktiar berpendapat, tata kelola energi dan pertambangan perlu mendapatkan jaminan kepastian hukum dengan memberikan dasar pengaturan dalam regulasi yang memadai. Sebagai sektor yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak, Bisman menilai ada kebutuhan mendesak dalam upaya perbaikan tata kelola sektor energi dan pertambangan Indonesia.

Khususnya kebutuhan pengaturan, baik legislasi maupun regulasi. PUSHEP sebagai organisasi masyarakat sipil, hadir untuk berpartisipasi memberikan kontribusi bagi bangsa dan masyarakat khususnya di bidang hukum energi dan pertambangan.

“PUSHEP ingin memberikan ikhtiarnya dalam mewujudkan tata kelola energi dan pertambangan yang berlandaskan hukum dan keadilan agar mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Bisman, Senin (8/6/2020).

Salah satu ikhtiar dalam mewujudkan hal itu, PUSHEP mengundang mahasiswa/i se Indonesia turut berpartisipasi dalam kompetisi esai hukum energi dan pertambangan 2020 bertema “Mewujudkan Tata Kelola Energi dan Pertambangan untuk Sebesar-Besar Kemakmuran Rakyat”.

“Mahasiswa sebagai agent of changemerupakan kaum intelektual yang memiliki pola fikir dan sudut pandang yang berbeda dalam menanggapi satu masalah yang muncul di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat,” terang Bisman.

Adapunsub tema kompetisi esai antara lain,Omnibus law sektor energi dan pertambangan; Masa depan pengaturan pertambangan Minerba dalam RUU Minerba; Perbaikan tata kelola kegiatan usaha minyak dan gas bumi dalam RUU Migas; Implementasi penguasaan negara terhadap pengelolaan ketenagalistrikan; Arah pengaturan pengembangan energi baru dan terbarukan.

“Serta Pandemik Covid-19 dan pengaruhnya pada kegiatan usaha energi dan pertambangan,” ujarnya.

Sejak kompetisi esai ini digulirkan per 15 Mei 2020, kata Bisman, antuasisme mahasiswa mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi yang mengirimkan naskah esai terbilang banyak. “Sampai dengan minggu pertama Juni ini, tercatat ratusan naskah dengan beragam sub tema sudah diterima panitia. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta,” imbuhnya.

Bisman mengatakan, kompetisi esai yang digelar ini merupakan bagian dari partisipasi PUSHEPdalam mewujudkan tata kelola energi dan pertambangan yang berlandaskan hukum dan keadilan agar mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“PUSHEP berharap dapat berperan aktif dan menjadi bagian dari stakeholdersenergi dan pertambangan serta senantiasa ingin membangun kerja sama dan bermitra dengan berbagai pihak dalam mencapai misi pergerakannya,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Adopsi Teknologi dan...
Adopsi Teknologi dan AI Jadi Arah Baru Industri Pertambangan
Rosan hingga Bahlil...
Rosan hingga Bahlil Kompak soal Pembentukan Badan Khusus Ekspor: Tunggu Presiden
MMS Resources Bidik...
MMS Resources Bidik Teknologi Tambang Modern dari China
KKP Tegaskan Tambang...
KKP Tegaskan Tambang di Pulau Kecil Dibolehkan Asal Penuhi Syarat Ketat
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
Kejagung Tetapkan Bos...
Kejagung Tetapkan Bos TSHI Tersangka Baru Kasus Korupsi Nikel di Sulawesi Tenggara
Pakar Hukum Soroti Kompleksitas...
Pakar Hukum Soroti Kompleksitas Kasus Tambang, Dukung Langkah Tegas Kejagung
Rekomendasi
Apple Gandeng Intel...
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
Test Drive Leapmotor...
Test Drive Leapmotor B10 Jakarta–Bandung: Pintar, Nyaman, tapi Ada Catatannya
Jawaban untuk Kenyamanan...
Jawaban untuk Kenyamanan Menginap Melalui Pilihan Hotel-Hotel Favorit
Berita Terkini
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Kemenhut Bangun Perekonomian...
Kemenhut Bangun Perekonomian Kehutanan Inklusif, Berkelanjutan, dan Kompetitif
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Bagikan Kode OTP, Lindungi Keamanan Akun Investasi Anda!
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved