Tingkatkan Ketahanan Pangan Melalui Resi Gudang, Ini Upaya yang Perlu Dilakukan
Kamis, 16 Desember 2021 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
Adapun sejumlah upaya yang perlu dilakukan adalah melakukan sosialisasi tentang SRG, tujuan, aktivitas serta upaya yang dilakukannya termasuk dalam hal bantuan pembiayaan yang bisa diberikan kepada pelaku usaha. Langkah ini perlu dilakukan oleh pemerintah termasuk dengan menggandeng akademisi dan media.
Kedua, meningkatkan kemudahan dan keterjangkauan akses pembiayaan kepada pihak petani dan pelaku usaha pertanian agar tidak terjebak pada pembiayaan illegal dan ketiga, bekerjasama dengan pelaku usaha di bidang pemasaran agar mampu menyalurkan barang kebutuhan pangan dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangka.
"Keempat, melakukan pendekatan kepada pihak pemerintah khususnya dalam penjaminan pinjaman (government guarantee) terhadap petani dan UMKM terkait," kata Izza.
Terkait sistem resi gudang untuk ketahanan pangan, Direktur Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Agung Rihayanto yang berperan sebagai pusat registrasi resi gudang mengatakan, dalam kaitan dengan ketahanan pangan ini, sistem resi gudang dapat dimanfaatkan dari sisi supplay chain atau rantai pasoknya.
"Hal ini karena pada intinya bicara ketahanan pangan adalah tentang ketersediaan dan keterjaungkauan masyarakat terhadap kebutuhan pangan. Untuk itu, dengan Sistem Resi Gudang, ketersediaan akan terjaga sehingga masyatakat mendapatkan kemudahan dalam hal mendapatkan kebutuhan pangan," jelasnya.
Pemanfaatan Resi Gudang di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Data dari KBI menunjukkan, tahun 2021 sampai bulan November, jumlah resi gudang yang diregistrasi mencapai 582 RG yang terdiri dari 11 Komoditas, dengan total volume sebesar 12,3 Juta Kg dan nilai barang sebesar Rp. 484,1 Miliar. Adapun dari sisi pembiayaan, sepanjang 2021 sampai bulan November telah mencapai Rp 261 Miliar.
Kedua, meningkatkan kemudahan dan keterjangkauan akses pembiayaan kepada pihak petani dan pelaku usaha pertanian agar tidak terjebak pada pembiayaan illegal dan ketiga, bekerjasama dengan pelaku usaha di bidang pemasaran agar mampu menyalurkan barang kebutuhan pangan dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangka.
"Keempat, melakukan pendekatan kepada pihak pemerintah khususnya dalam penjaminan pinjaman (government guarantee) terhadap petani dan UMKM terkait," kata Izza.
Terkait sistem resi gudang untuk ketahanan pangan, Direktur Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Agung Rihayanto yang berperan sebagai pusat registrasi resi gudang mengatakan, dalam kaitan dengan ketahanan pangan ini, sistem resi gudang dapat dimanfaatkan dari sisi supplay chain atau rantai pasoknya.
"Hal ini karena pada intinya bicara ketahanan pangan adalah tentang ketersediaan dan keterjaungkauan masyarakat terhadap kebutuhan pangan. Untuk itu, dengan Sistem Resi Gudang, ketersediaan akan terjaga sehingga masyatakat mendapatkan kemudahan dalam hal mendapatkan kebutuhan pangan," jelasnya.
Pemanfaatan Resi Gudang di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Data dari KBI menunjukkan, tahun 2021 sampai bulan November, jumlah resi gudang yang diregistrasi mencapai 582 RG yang terdiri dari 11 Komoditas, dengan total volume sebesar 12,3 Juta Kg dan nilai barang sebesar Rp. 484,1 Miliar. Adapun dari sisi pembiayaan, sepanjang 2021 sampai bulan November telah mencapai Rp 261 Miliar.
Lihat Juga :