Kadin Dukung Komitmen PLN dalam Pemanfaatan EBT
Kamis, 16 Desember 2021 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Yusrizki mengajak PLN beserta pemangku kepentingan di Indonesia, termasuk asosiasi-asosiasi yang mewakili industri EBT duduk bersama dan bertukar pikiran mengenai inovasi pengadaan yang layak dipertimbangkan. Apalagi banyak sekali poin-poin menarik dari asosiasi EBT.
“Apakah misalnya kita akan menggunakan metode reverse auction terkait pengadaan PLTS untuk penggantian diesel atau akan menggunakan metode pengadaan per kluster seperti sudah banyak disebutkan, dan apa pola ekspansi yang diperlukan apabila terjadi peningkatan permintaan listrik,” paparnya. Baca juga: Kadin Siap Dorong Kemajuan Ekonomi di Kabupaten Gowa
Ia menambahkan, transisi energi adalah konsep yang lebih luas dari sekadar teknologi pembangkit. Panel surya, baling-baling untuk tenaga angin hingga baterai sebagai penyimpan energi semua itu merupakan inovasi teknologi yang sudah dan semakin berkembang. Inovasi teknologi tentu harus diikuti dengan inovasi di bagian-bagian lain, misalnya metode procurement, operasional, dan kendali jaringan untuk mendapatkan the best from each technology.
“Kalau kita menggunakan metode yang salah atau sudah usang, maka yang kita temukan hanyalah problematika dan masalah untuk setiap teknologi. Lalu bagaimana kita mau melakukan transisi energi jika selalu seperti itu?” tuturnya.
“Apakah misalnya kita akan menggunakan metode reverse auction terkait pengadaan PLTS untuk penggantian diesel atau akan menggunakan metode pengadaan per kluster seperti sudah banyak disebutkan, dan apa pola ekspansi yang diperlukan apabila terjadi peningkatan permintaan listrik,” paparnya. Baca juga: Kadin Siap Dorong Kemajuan Ekonomi di Kabupaten Gowa
Ia menambahkan, transisi energi adalah konsep yang lebih luas dari sekadar teknologi pembangkit. Panel surya, baling-baling untuk tenaga angin hingga baterai sebagai penyimpan energi semua itu merupakan inovasi teknologi yang sudah dan semakin berkembang. Inovasi teknologi tentu harus diikuti dengan inovasi di bagian-bagian lain, misalnya metode procurement, operasional, dan kendali jaringan untuk mendapatkan the best from each technology.
“Kalau kita menggunakan metode yang salah atau sudah usang, maka yang kita temukan hanyalah problematika dan masalah untuk setiap teknologi. Lalu bagaimana kita mau melakukan transisi energi jika selalu seperti itu?” tuturnya.
(poe)
Lihat Juga :