Deretan Perusahaan Siap IPO di Bursa Asia: Ada Goto hingga Teh Boba Gong Cha

Senin, 20 Desember 2021 - 11:40 WIB
loading...
Deretan Perusahaan Siap...
Deretan perusahaan di Asia bersiap untuk melaksanakan penawaran umum perdana atau IPO mulai tahun ini. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sejumlah perusahaan di Asia bersiap untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham atau intial public offering (IPO) mulai tahun ini. Dilansir dari The Strait TImes, Senin (20/12/2021), perusahaan equitas swasta Amerika Serikat (AS), yaitu TA Associates sedang mempertimbangkan opsi strategis untuk Teh Boba Gong Cha melantai di bursa Asia .

Berdasarkan sumber terkait, TA Associates bekerja sama dengan Citigroup mengidentifikasi bahwa aksi korporasi tersebut merupakan jalan terbaik bagi Teh Boba Gong Cha dengan nilai bisnis mencapai USD600 juta, dan penjualan atau IPO bisa dilakukan paling cepat tahun depan.

Pemilik Gong Cha juga dapat memilih penjualan saham ke mitra strategis untuk membantu rantai memperluas ke pasar baru seperti China. Perundingan IPO Gong Cha saat ini telah berada di tahap awal meskipun detail waktu bisa berubah kapan saja.

Baca Juga: Kecemasan pada Omicron Berkurang, Bursa Asia Pagi Ini Rebound

Gong Cha, mengacu pada tindakan menawarkan teh sebagai penghormatan kepada kaisar di Tiongkok kuno, didirikan di Kaohsiung di Taiwan selatan pada tahun 2006. Selain teh boba ala Taiwan, Gong Cha juga menawarkan minuman berbasis teh khusus lainnya.

Gong Cha saat ini telah mengoperasikan lebih dari 1.300 gerai secara global, termasuk di Australia, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Inggris dan AS. TA Associates mengakuisisi Gong Cha dari Unison Capital pada tahun 2019 dengan jumlah yang tidak diungkapkan.

Selanjutnya yang segera IPO di bursa Asia adalah perusahaan rintisan di bidang kecerdasan buatan atau AI, China SenseTime Group Inc., yang telah menghimpun sekitar USD500 juta.

SenseTime sendiri mempertimbangkan untuk membuka kembali pemesanan segera pada Senin (20/12/2021). Sebelumnya, perusahaan mengusulkan untuk menawarkan 1,5 miliar saham seharga 3,85-3,99 dolar Hong Kong per saham.

Kemudian yang siap IPO selanjutnya ada Supermarket dari India, More Retail Pvt., yang didukung oleh Amazon.com Inc., senilai USD5 miliar. More Retail akan bergabung dengan jajaran perusahaan besar lainnya, seperti Life Insurance Corp., (LIC) serta Flipkart Online Services Pvt., perusahaan e-commerce India yang dikendalikan oleh Walmart Inc.

Sedangkan produsen baterai terbesar kedua di dunia, LG Energy Solution Ltd., bakal menyertakan modal senilai 12,75 triliun won (USD10,8 miliar) di KOSPI pada tahun depan. Angka tersebut akan menjadi IPO terbesar di Korea Selatan.

Baca Juga: Terimbas Wall Street, Bursa Asia Kompak Berguguran

Adapun porsi saham yang akan ditawarkan kepada publik mencapai 18,16 persen atau 234 juta saham. Perusahaan induknya, LG Chem Ltd., menjual 8,5 juta saham atau sekitar 4,24 persen kepemilikannya.

Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi di dalam dan luar negeri, seperti pabrik Ochang di Provinsi Chungcheong Utara dan yang ada di Amerika Utara, Eropa dan China. Perusahaan juga akan menggunakan dana untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan (R&D) pada baterai lithium-ion dan generasi berikutnya.

Adapun dari wilayah Asia Tenggara, raksasa GoTo Group telah memilih PT Mandiri Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai underwriter untuk merealisasikan rencana IPO lokalnya. Perusahaan berhasil mengumpulkan lebih dari USD1,3 miliar pada penutupan pertama putaran pra-IPO yang mencakup investor seperti Google dan Fidelity International. Perusahaan tengah mengejar valuasi senilai USD25 miliar hingga USD30 miliar menjelang penawaran umum.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bakal Listing di Hong...
Bakal Listing di Hong Kong, MNC Animation Go Global Bidik 8 Juta Penduduk Dunia
Potongan Aplikator Ojol...
Potongan Aplikator Ojol Turun Jadi 8%, Ini Kata Grab dan Goto
MNC Digital Mengambil...
MNC Digital Mengambil Langkah Strategis Menuju Pencatatan Saham Sekunder di HKEX dengan Pengajuan A1
Potensi Peluang ARA...
Potensi Peluang ARA Berjilid dari IPO WBSA, Aplikasi Investasi Saham IPOT Permudah Akses
Perang AS-Iran Masuk...
Perang AS-Iran Masuk Minggu ke-5: Harga Minyak Tembus USD115/Barel, Bursa Asia Bergolak, Krisis Pangan Mengintai Dunia!
Airlangga Blak-blakan...
Airlangga Blak-blakan Soal 2 Skema Demutualisasi Bursa Efek, Bisa IPO dan Private Placement
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
Rekomendasi
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved