Inggris Perkuat Posisi sebagai Pusat Keuangan Syariah

Senin, 20 Desember 2021 - 17:20 WIB
loading...
A A A
Perbankan syariah adalah sektor industri jasa keuangan yang relatif muda dan terus berkembang dari industri keuangan yang lebih luas. Banyak bank di seluruh dunia menawarkan produk keuangan yang Islami atau sesuai dengan prinsip Syariah. Antara lain, kegiatan ini menghindari pembayaran atau penerimaan bunga.

Bank Syariah di Inggris tunduk pada persyaratan peraturan yang sama ketatnya dengan bank konvensional. Ini termasuk memegang penyangga aset likuid berkualitas tinggi (HQLA), untuk memenuhi kewajiban saat jatuh tempo.

Bank konvensional dapat menyimpan simpanan di bank sentral untuk membantu memenuhi persyaratan penyangga mereka, tetapi bank syariah tidak dapat melakukan ini sebelumnya, karena simpanan di Bank Sentral Inggris biasanya dikenakan bunga.

Pembentukan Fasilitas Likuiditas Alternatif merupakan bagian dari komitmen Bank Sentral Inggris terhadap keragaman, inovasi dan inklusi keuangan. Ini akan membantu memastikan akses dan dukungan yang adil dan setara dari Bank Sentral, dengan memungkinkan bank-bank Islam dan bank-bank Inggris lainnya yang menghadapi pembatasan formal, untuk terlibat dalam aktivitas berbasis bunga untuk menyimpan simpanan di bank sentral, seperti yang dapat dilakukan bank-bank konvensional.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins menyambut baik dukungan berkelanjutan Inggris terhadap Keuangan Syariah. "Dengan melakukan itu, kami menunjukkan bahwa Inggris menghargai inklusi, akses yang sama, dan peluang yang sama. Dengan menghayati nilai-nilai ini, kita tidak hanya melakukan hal yang benar, tetapi juga memastikan kemakmuran ekonomi dan sosial masyarakat kita," kata dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Perang AS-Iran Bikin...
Perang AS-Iran Bikin Susah Banyak Negara, 100.000 Pekerja di Inggris Terancam PHK
Mengulik Penyebab Ekonomi...
Mengulik Penyebab Ekonomi Syariah Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia
Orang Inggris Diramal...
Orang Inggris Diramal Makin Miskin, Ekonomi Tertinggal dari Mayoritas G7
Prudential Syariah dan...
Prudential Syariah dan MPW PP Muhammadiyah Bekali Mahasiswa Perencanaan Keuangan Syariah
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Rekomendasi
Lowongan Kerja Bank...
Lowongan Kerja Bank BRI Juli 2026, Dibutuhkan Lulusan S1-S2 Berbagai Jurusan
Besok Polisi Limpahkan...
Besok Polisi Limpahkan Don Ritto dan Barang Bukti ke Kejagung
Anggota BPK Bobby Rizaldi...
Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar soal Pengaturan Status Opini WTP Pemkab Muara Enim
Berita Terkini
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Segram Jadi Rp2,63 Juta
Cyber Breaker Season...
Cyber Breaker Season 3 Jembatani Kebutuhan SDM Digital Pemerintah dan Sektor Bisnis
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
Heboh Pengadaan Kipas...
Heboh Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry: Saya Tidak Tahu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved