PT Vale Gandeng Pemkab Lutim dan YPS Bangun Budaya Siaga Bencana
Selasa, 21 Desember 2021 - 20:35 WIB
loading...
A
A
A
Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, PT Vale memegang teguh nilai-nilai perusahaan. Salah satunya adalah kehidupan adalah yang terpenting. Perseroan juga berkomitmen mendorong obsesi terhadap keselamatan dan pengelolaan risiko sebagai perilaku utama. Konsistensi dan disiplin dalam menangani setiap risiko pun ditunjukkan melalui komitmen nyata dan tindakan terukur.
Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), ia menyampaikan PT Vale turut memperkuat kapasitas masyarakat dalam melakukan mitigasi dan kesiagaan bencana. "Kegiatan webinar seperti ini sangat baik untuk menjadi agenda rutin dan berkelanjutan dalam rangka pencapaian target SDGs yakni di tahun 2030. Kita semua perlu membangun ketahanan masyarakat miskin dan mereka yang berada dalam situasi rentan terhadap peristiwa ekstrem terkait iklim dan guncangan dan bencana ekonomi, sosial dan lingkungan lainnya," ungkapnya.
Ia mengimbuhkan upaya mitigasi seperti penyediaan peta rawan bencana, dan preparedness atau kesiagaan melalui kegiatan sosialisasi penyebaran informasi tentang tata cara mengenali, mencegah dan penanganan bencana menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan untuk membangun ketangguhan masyarakat.
Ketua Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS), Agus Sampurno, menuturkan sebagai sebuah komunitas dan lembaga pendidikan sekolah memang perlu mengembangkan dan membangun sistem tangguh bencana. Harapannya, ketika bencana itu datang, maka kepanikan yang tidak perlu tidak akan terjadi.
"Semua komponen dari guru sampai siswa, kepala sekolah sampai tata usaha, dan orang tua pun perlu dibekali pengetahuan dan metode sehingga tercipta sebuah komunitas yang tahu harus kemana dan bagaimana ketika bencana itu dating,” tuturnya.
Bupati Lutim, Budiman, menambahkan edukasi kebencanaan penting sejak dini. Adapun edukasi terkait kebencanaan didorongnya menyasar semua kalangan.
Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), ia menyampaikan PT Vale turut memperkuat kapasitas masyarakat dalam melakukan mitigasi dan kesiagaan bencana. "Kegiatan webinar seperti ini sangat baik untuk menjadi agenda rutin dan berkelanjutan dalam rangka pencapaian target SDGs yakni di tahun 2030. Kita semua perlu membangun ketahanan masyarakat miskin dan mereka yang berada dalam situasi rentan terhadap peristiwa ekstrem terkait iklim dan guncangan dan bencana ekonomi, sosial dan lingkungan lainnya," ungkapnya.
Ia mengimbuhkan upaya mitigasi seperti penyediaan peta rawan bencana, dan preparedness atau kesiagaan melalui kegiatan sosialisasi penyebaran informasi tentang tata cara mengenali, mencegah dan penanganan bencana menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan untuk membangun ketangguhan masyarakat.
Ketua Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS), Agus Sampurno, menuturkan sebagai sebuah komunitas dan lembaga pendidikan sekolah memang perlu mengembangkan dan membangun sistem tangguh bencana. Harapannya, ketika bencana itu datang, maka kepanikan yang tidak perlu tidak akan terjadi.
"Semua komponen dari guru sampai siswa, kepala sekolah sampai tata usaha, dan orang tua pun perlu dibekali pengetahuan dan metode sehingga tercipta sebuah komunitas yang tahu harus kemana dan bagaimana ketika bencana itu dating,” tuturnya.
Bupati Lutim, Budiman, menambahkan edukasi kebencanaan penting sejak dini. Adapun edukasi terkait kebencanaan didorongnya menyasar semua kalangan.
Lihat Juga :