1,3 Juta Masyarakat Miskin Ekstrem di Wilayah Pesisir Bakal Dientaskan

Selasa, 21 Desember 2021 - 20:43 WIB
loading...
1,3 Juta Masyarakat...
Nelayan merupakan pekerjaan utama masyarakat pesisir. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pada 2022 pemerintah akan memperluas cakupan penanganan kemiskinan ekstrem menjadi 212 kabupaten/kota di 25 provinsi, dan 147 kabupaten/kota di antaranya merupakan wilayah pesisir. Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan bahwa di 147 kabupaten/kota tersebut ada 1,3 juta masyarakat miskin ekstrem yang jadi target pengentasan.

Baca juga: Wapres: 69% Kabupaten Prioritas Kemiskinan Ekstrem Berada di Wilayah Pesisir

“Penduduk yang berada di wilayah pesisir 110,4 juta jiwa. Sekitar 12,5% atau 1,3 juta jiwa merupakan penduduk miskin ekstrem,” katanya, Selasa (21/12/2021).

Dia mengatakan bahwa ada beberapa karakteristik kelompok miskin ekstrem di wilayah pesisir. Di antaranya demografi anggota rumah tangga lebih besar dengan rata-rata umur kepala rumah tangga yang lebih produktif. Kemudian pendidikan kepala rumah tangga sebagian besar tidak bersekolah dan hanya lulusan SD.

“Perumahannya atau sanitasi air bersih (kurang). Penerangan kurang memadai jika dibandingkan dengan wilayah lainnya. Kemudian ketenagakerjaannya sebagian besar memiliki pekerjaan namun terkonsentasi pada kelompok yg berusaha sendiri atau berusaha dengan dibantu buruh tidak tetap atau tidak dibayar. Infrastrukturnya juga akses sistem komunikasi, jasa pengiriman dan penangan perlu diperbaiki,” ujarnya.

Selain itu kerentanan masyarakat relatif lebih rawan. Terutama terkait dengan gizi buruk dan keberadaan pemukiman kumuh atau di bantaran sungai.

“Akses layanan dasar, akses kesehatan relatif lebih buruk, terutama terkait rumah sakit bersalin dan poliklinik,” tuturnya.

Untuk pengentasan ini, Maruf mengatakan persiapannya akan dilakukan lebih awal. Jadi pada kuartal pertama 2022 bisa langsung dieksekusi.

Baca juga: 73 Titik Crowd Free Night di Jakarta saat Malam Tahun Baru, Ini Lokasinya

“Kita sudah lebih awal untuk melakukan persiapan di 2022. Sehingga pada kuartal pertama kita sudah bisa melakukan upaya rencana aksi untuk melakukan penangan. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Jadi kita lebih awal melakukan penangan dengan harapan bahwa 2022 ini 212 kabupaten kita sudah entaskan. Sehingga sisanya nanti itu kita bisa selesaikan 2023, dan di 2024 kemiskinan ekstrem 0%. Ini target kita,” pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Ekonomi Pesisir,...
Dorong Ekonomi Pesisir, PLN EPI Gelar Pelatihan UMKM Pantai Bagek Kembar
Prabowo dan Menteri...
Prabowo dan Menteri Trenggono Bahas Kampung Nelayan, Progres Capai 50%
Membaca Strategi Pemerintah...
Membaca Strategi Pemerintah dalam Mengurai Simpul Kemiskinan
Data BPS Ungkap Kemiskinan...
Data BPS Ungkap Kemiskinan Menurun di Perkotaan maupun Pedesaan, Intip Angkanya
Edukasi Keselamatan...
Edukasi Keselamatan di Laut, PIS Salurkan Life Vest untuk Nelayan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga RJBB Tingkatkan Pemberdayaan Ekonomi Pesisir
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
Lazisnu-Baznas Siap...
Lazisnu-Baznas Siap Berdayakan 200 UMKM di 4 Daerah Rentan Kemiskinan
Ingin Nelayan Sejahtera,...
Ingin Nelayan Sejahtera, Prabowo: Bukan Kapal Asing yang Ambil Ikan di Laut Kita
Rekomendasi
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Berita Terkini
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Monitoring Konsumsi...
Monitoring Konsumsi Listrik Kini Jadi Langkah Awal Efisiensi Energi
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Usulan Bikin Rokok Murah...
Usulan Bikin Rokok Murah Khusus Warga Miskin Disebut Sesat Nalar
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved