Sebut Pernyataan Dahlan Iskan Keliru, Bos Garuda: Ada yang Bohongin Pak DI
Rabu, 22 Desember 2021 - 10:57 WIB
loading...
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk membantah pernyataan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait PT Pertamina (Persero) yang menghentikan pasokan bahan bakar (avtur) kepada emiten berkode saham GIAA itu.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menilai pernyataan Dahlan keliru, termasuk soal hanya 11 pesawat Garuda yang dioperasikan saat ini.
"Kayaknya ada yang bohongin Pak DI (Dahlan Iskan). Nah bisa dicek ke dia tuh. Nggak mau komen posting orang ke Garuda," ujarnya saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia (MPI), Rabu (22/12/2021).
Baca juga: Tak Lagi Dipasok Avtur Pertamina, Garuda Hanya Operasikan 11 Pesawat
Sebelumnya, Dahlan memang mengutarakan bahwa Pertamina memutuskan tidak lagi memasok bahan bakar kepada Garuda Indonesia. Keputusan tersebut menyusul maskapai penerbangan nasional itu mencatatkan utang avtur Rp16 triliun.
Menurut dia, keputusan Pertamina berdampak signifikan pada operasional armada pesawat milik maskapai penerbangan pelat merah itu. Setidaknya hanya 11 pesawat saja yang dioperasikan manajemen Garuda Indonesia.
"Setidaknya Garuda masih bisa tetap terbang. Sampai Kamis lalu. Biar pun hari itu hanya terbang dengan 11 pesawat. Itulah hari terbang paling minimal bagi Garuda. Setidaknya selama banyak tahun terakhir. Maka tidak salah kalau ada yang tetap berkata Garuda masih baik-baik saja. Setidaknya yang 11 pesawat itu," ungkap Dahlan dikutip di laman Disway.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menilai pernyataan Dahlan keliru, termasuk soal hanya 11 pesawat Garuda yang dioperasikan saat ini.
"Kayaknya ada yang bohongin Pak DI (Dahlan Iskan). Nah bisa dicek ke dia tuh. Nggak mau komen posting orang ke Garuda," ujarnya saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia (MPI), Rabu (22/12/2021).
Baca juga: Tak Lagi Dipasok Avtur Pertamina, Garuda Hanya Operasikan 11 Pesawat
Sebelumnya, Dahlan memang mengutarakan bahwa Pertamina memutuskan tidak lagi memasok bahan bakar kepada Garuda Indonesia. Keputusan tersebut menyusul maskapai penerbangan nasional itu mencatatkan utang avtur Rp16 triliun.
Menurut dia, keputusan Pertamina berdampak signifikan pada operasional armada pesawat milik maskapai penerbangan pelat merah itu. Setidaknya hanya 11 pesawat saja yang dioperasikan manajemen Garuda Indonesia.
"Setidaknya Garuda masih bisa tetap terbang. Sampai Kamis lalu. Biar pun hari itu hanya terbang dengan 11 pesawat. Itulah hari terbang paling minimal bagi Garuda. Setidaknya selama banyak tahun terakhir. Maka tidak salah kalau ada yang tetap berkata Garuda masih baik-baik saja. Setidaknya yang 11 pesawat itu," ungkap Dahlan dikutip di laman Disway.
Lihat Juga :