Wall Street Ditutup Menguat Usai AS Izinkan Penggunaan Pil Covid-19 Pfizer
Kamis, 23 Desember 2021 - 08:01 WIB
loading...
Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (22/12/2021) waktu setempat. Foto/Ilustrasi/Dok Reuters
A
A
A
JAKARTA - Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (22/12/2021) waktu setempat. Hal ini dipicu oleh sejumlah sentimen positif seperti data ekonomi yang optimistis dan perkembangan penuh harapan terkait varian baru Omicron yang tengah melanda dunia.
S&P 500 naik setidaknya 1% untuk sesi kedua berturut-turut, mendekati level rekor, karena volatilitas telah meningkat pada bulan terakhir tahun 2021 setelah kedatangan Omicron dan tahun yang kuat untuk ekuitas.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 261,19 poin atau 0,74% menjadi 35.753,89; S&P 500 naik 47,33 poin atau 1,02% menjadi 4.696,56; dan Nasdaq Composite bertambah 180,81 poin atau 1,18% menjadi 15.521,89. Semua sektor utama S&P 500 naik, dengan kelompok konsumen naik 1,7% dan teknologi naik 1,3%.
Baca juga: Afrika Selatan Telah Melewati Puncak Wabah Omicron
Saham Tesla Inc naik 7,5%, mendorong S&P 500 dan Nasdaq. Kepala Eksekutif Tesla Elon Musk dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa dia telah menjual "beberapa saham" setelah beberapa minggu penjualan saham oleh miliarder itu.
Sementara itu, sebuah penelitian di Afrika Selatan menyarankan pengurangan risiko rawat inap dan penyakit parah pada orang yang terinfeksi varian Omicron versus Delta. Namun, pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa terlalu dini untuk menarik kesimpulan tegas.
“Kami masih menyusun strategi dan arah dalam menghadapi wabah Omicron. Namun, dalam beberapa hari terakhir, bukti kian menguatkan bahwa varian baru ini tidak separah strain sebelumnya, khususnya Delta. Ini menjadi pertanda baik untuk momentum ekonomi pada tahun 2022,” kata Kepala Investasi di BMO Wealth Management Mike Stritch.
S&P 500 naik setidaknya 1% untuk sesi kedua berturut-turut, mendekati level rekor, karena volatilitas telah meningkat pada bulan terakhir tahun 2021 setelah kedatangan Omicron dan tahun yang kuat untuk ekuitas.
Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 261,19 poin atau 0,74% menjadi 35.753,89; S&P 500 naik 47,33 poin atau 1,02% menjadi 4.696,56; dan Nasdaq Composite bertambah 180,81 poin atau 1,18% menjadi 15.521,89. Semua sektor utama S&P 500 naik, dengan kelompok konsumen naik 1,7% dan teknologi naik 1,3%.
Baca juga: Afrika Selatan Telah Melewati Puncak Wabah Omicron
Saham Tesla Inc naik 7,5%, mendorong S&P 500 dan Nasdaq. Kepala Eksekutif Tesla Elon Musk dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa dia telah menjual "beberapa saham" setelah beberapa minggu penjualan saham oleh miliarder itu.
Sementara itu, sebuah penelitian di Afrika Selatan menyarankan pengurangan risiko rawat inap dan penyakit parah pada orang yang terinfeksi varian Omicron versus Delta. Namun, pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa terlalu dini untuk menarik kesimpulan tegas.
“Kami masih menyusun strategi dan arah dalam menghadapi wabah Omicron. Namun, dalam beberapa hari terakhir, bukti kian menguatkan bahwa varian baru ini tidak separah strain sebelumnya, khususnya Delta. Ini menjadi pertanda baik untuk momentum ekonomi pada tahun 2022,” kata Kepala Investasi di BMO Wealth Management Mike Stritch.
Lihat Juga :