Pembayaran Ganti Rugi Lahan Kilang Tuban Target Tuntas September 2020
Selasa, 09 Juni 2020 - 17:09 WIB
loading...
PT Pertamina (Persero) saat ini terus berupaya menuntaskan pembayaran lahan bagi masyarakat terdampak pembangunan kilang baru (Grass Root Refinery/GRR) di Tuban Jawa Timur. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) saat ini terus berupaya menuntaskan pembayaran lahan bagi masyarakat terdampak pembangunan kilang baru (Grass Root Refinery/GRR) di Tuban Jawa Timur. Penyelesaian pembayaran tersebut dilakukan bersama melibatkan perbankan BUMN.
“Proses pembayaran lahan tinggal sedikit lagi. Sisanya akan kita tuntaskan paling lambat di bulan September 2020,” ujar Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Talulembang di Jakarta, Selasa (9/6/2020).
Dia optimistis, pembayaran lahan akan selesai sesuai target setelah mendapatkan dukungan dari masyarakat. Dukungan masyarakat tersebut ditandai tuntasnya proses appraisal, pengukuran dan pembebasan lahan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pemerintah Daerah Tuban di beberapa desa terdampak khususnya Desa Kaliuntu, Sumurgeneng dan Wadung bagian dari Kecamatan Jenu, Tuban, Jatim.
Selain itu, dukungan masyarakat diperoleh karena sadar akan pentingnya pembangunan infrastruktur energi. Pasalnya pembangunan kilang akan menyerap tenaga lokal sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Selain itu juga mendorong tumbuhnya Usaha Mikro Kecil Menengeah (UMKM) dari keberadaan kilang tersebut,” ucap dia.
Diterangkan olehnya saat ini GRR Tuban masih tahap early working. Pada tahap ini, kata dia, telah memperkerjakan sebanyak 287 orang di mana 86% atau 247 orang merupakan warga sekitar yang berasal dari desa terdampak pembangunan di sekitar proyek.
“Proses pembayaran lahan tinggal sedikit lagi. Sisanya akan kita tuntaskan paling lambat di bulan September 2020,” ujar Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Talulembang di Jakarta, Selasa (9/6/2020).
Dia optimistis, pembayaran lahan akan selesai sesuai target setelah mendapatkan dukungan dari masyarakat. Dukungan masyarakat tersebut ditandai tuntasnya proses appraisal, pengukuran dan pembebasan lahan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pemerintah Daerah Tuban di beberapa desa terdampak khususnya Desa Kaliuntu, Sumurgeneng dan Wadung bagian dari Kecamatan Jenu, Tuban, Jatim.
Selain itu, dukungan masyarakat diperoleh karena sadar akan pentingnya pembangunan infrastruktur energi. Pasalnya pembangunan kilang akan menyerap tenaga lokal sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Selain itu juga mendorong tumbuhnya Usaha Mikro Kecil Menengeah (UMKM) dari keberadaan kilang tersebut,” ucap dia.
Diterangkan olehnya saat ini GRR Tuban masih tahap early working. Pada tahap ini, kata dia, telah memperkerjakan sebanyak 287 orang di mana 86% atau 247 orang merupakan warga sekitar yang berasal dari desa terdampak pembangunan di sekitar proyek.
Lihat Juga :