Peluang Emas! UEA Butuh Banyak Tenaga Perawat dan Paramedis
Kamis, 23 Desember 2021 - 19:56 WIB
loading...
UEA butuh banyak perawat dan tenaga paramedis. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Persatuan Emirat Arab ( UEA ) menawarkan kerja sama penempatan tenaga kerja profesional dan pemagangan kepada Pemerintah Indonesia. Tenaga kerja yang banyak dibutuhkan, yakni perawat, paramedis, dan asisten kesehatan dengan standar kualifikasi yang telah ditetapkan UEA.
Baca juga: Uni Emirat Arab Tak Lagi Sensor Adegan Seks Film di Bioskop
"Mereka (UEA) perlu banyak tenaga kerja perawat dan paramedis. Ini bisa dikerjasamakan nantinya, baik skema penempatan maupun pemagangan," ujar Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kemnaker Muhammad Ali di Jakarta, Kamis (23/12/2021).
Ali Hapsah menjelaskan, untuk menangkap peluang kerja dari UEA tersebut, pihaknya memiliki dua opsi. Pertama, untuk meningkatkan standar tenaga kerja yang dibutuhkan UEA, pihaknya menawarkan kerja sama peningkatan kompetensi para calon tenaga kerja agar mampu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan sebelum penempatan.
"Keterampilan yang perlu ditingkatkan adalah selain kemampuan dasar bahasa Inggris, juga kemampuan teknis. Setelah sesuai kriteria yang diinginkan, calon pekerja migran Indonesia (CPMI) baru dibawa ke sini," kata Ali Hapsah.
Baca juga: Uni Emirat Arab Tak Lagi Sensor Adegan Seks Film di Bioskop
"Mereka (UEA) perlu banyak tenaga kerja perawat dan paramedis. Ini bisa dikerjasamakan nantinya, baik skema penempatan maupun pemagangan," ujar Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Kemnaker Muhammad Ali di Jakarta, Kamis (23/12/2021).
Ali Hapsah menjelaskan, untuk menangkap peluang kerja dari UEA tersebut, pihaknya memiliki dua opsi. Pertama, untuk meningkatkan standar tenaga kerja yang dibutuhkan UEA, pihaknya menawarkan kerja sama peningkatan kompetensi para calon tenaga kerja agar mampu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan sebelum penempatan.
"Keterampilan yang perlu ditingkatkan adalah selain kemampuan dasar bahasa Inggris, juga kemampuan teknis. Setelah sesuai kriteria yang diinginkan, calon pekerja migran Indonesia (CPMI) baru dibawa ke sini," kata Ali Hapsah.
Lihat Juga :