Garuda Indonesia Kantongi Dana Talangan Paling Besar, Erick: Harus Bertahan

Selasa, 09 Juni 2020 - 18:19 WIB
loading...
Garuda Indonesia Kantongi...
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mendapatkan dana talangan paling besar dari pemerintah yakni Rp8,5 triliun, dibandingkan empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain yang juga mengantongi bantuan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mendapatkan dana talangan paling besar dari pemerintah yakni Rp8,5 triliun, dibandingkan empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain yang juga mengantongi bantuan. Melalui dana tersebut, Garuda Indonesia diharapkan bisa bertahan di tengah tekanan akibat pandemi virus corona.

(Baca Juga: Dana Talangan Garuda Indonesia Baru Sebatas Tos, Rp8,5 T Akan Jadi Modal Kerja )

Menteri BUMN Erick Thohir menilai pemberian dana talangan tersebut sangat membantu kinerja keuangan Garuda Indonesia. Dimana, selama pandemi virus corona, kondisi industri penerbangan turun hingga 95%.

"Ini realistas yang dilakukan, apapun pasca-covid Garuda Indonesia harus bertahan," ujar Menteri Erick di Jakarta Selasa (9/6/2020).

Lebih lanjut terang dia, dana talangan ini merupakan 14% dari dana yang diberikan kepada BUMN. "Jadi yang kita tahu industri penerbangan sangat berat saat ini sampai kerugiannya 90%," katanya.

(Baca Juga: 5 BUMN Dapat Kucuran Dana Talangan, Erick Ungkap Alasan dan Rinciannya )

Sebelumnya Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menerangkan, dana talangan atau pinjaman dari pemerintah senilai Rp8,5 triliun masih belum final. Lebih lanjut Ia menerangkan, masih ada rincian-rincian yang harus disepakati dan disetujui dalam bentuk kesepakatan yang ditandatangani bersama.

"Yang sudah disepakati, tapi belum ditandatangani, baru 'Oh ini sepakat-sepakat, oke-oke', udah tos," kata Irfan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia yang Lolos ke BWF World Championships 2026
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved