Mudahkan Akses Pelanggan, Pupuk Indonesia Luncurkan Penyeragaman Brand Retail

Senin, 27 Desember 2021 - 20:05 WIB
loading...
Mudahkan Akses Pelanggan,...
Pupuk Indonesia luncurkan penyeragaman brand reteail. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) meluncurkan penyeragaman produk retail urea dan NPK dengan brand baru, yaitu Urea Nitrea dan NPK Phonska Plus 16-16-16. Kedua brand ini diluncurkan untuk semakin memudahkan akses pelanggan terhadap produk retail Pupuk Indonesia.

Baca juga: Brand Lokal Manfaatkan Momentum Pesatnya Perkembangan Belanja Online

“Melalui penetapan kedua brand urea dan NPK ini, kami harap para pelanggan, khususnya petani, dapat semakin mudah memperoleh produk kami, terutama untuk produk retail dan komersial,” kata Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman, dalam acara Soft Launching Single Branding di Jakarta (27/12/2021).

Saat ini, menurut Bakir, terdapat sekitar 100 varian produk urea dan NPK non-subsidi yang dimiliki oleh Pupuk Indonesia Grup. Oleh karena itu dibutuhkan strategi pengelolaan brand yang dapat menjadi acuan dalam menentukan strategi perusahaan ke depan.

Langkah ini penting untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. “Dan yang lebih penting, produk ini nantinya harus tersedia dan mudah didapatkan oleh masyarakat, terutama yang membutuhkan pupuk non-subsidi,” tegas Bakir.

Penetapan kedua brand tersebut didasari karena brand Nitrea dan NPK Phonska Plus sudah cukup dikenal oleh masyarakat. Single branding ini akan memudahkan konsumen untuk mengidentifikasi produk pupuk yang saat ini masih diproduksi oleh kelima produsen pupuk dengan brand-nya masing-masing.

Walaupun nantinya kemasan berubah, Pupuk Indonesia menjamin bahwa kualitas produk tetap sama, bahkan ke depan dapat ditingkatkan. “Single branding ini juga bagian dari program transformasi bisnis Pupuk Indonesia yang berkomitmen untuk lebih fokus pada pelanggan,” jelas Bakir.

Dengan adanya single branding, berbagai dampak dari multi brand diharapkan dapat tereliminasi. Dengan demikian brand dari produk yang dimiliki setiap anak perusahaan juga sudah saling terkonsolidasi. Loyalitas pelanggan terhadap Pupuk Indonesia grup pun dapat semakin meningkat.

“Biaya promosi pun dapat ditekan karena fokus terhadap satu brand saja,” tambah Bakir.

Bakir berharap dengan peluncuran single branding Phonska Plus dan Nitrea, Pupuk Indonesia Grup dapat menjadi market leader, baik di pasar domestik maupun internasional. "Ke depan, kita harus berpikir untuk menciptakan produk single branding lainnya, serta memiliki standar kualitas produk yang sama,” jelas Bakir.

Baca juga: Siswa Eligible SNMPTN 2022, Apa Saja Syarat dan Kriterianya?

Urea Nitrea adalah produk urea retail non-subsidi dengan kandungan nitrogen 46%, berwarna putih dengan bentuk prill dan granulasi. Manfaat utamanya adalah memasok unsur nitrogen yang sangat dibutuhkan tanaman terutama dalam pembentukan hijau daun. Sedangkan NPK Phonska Plus 16-16-16 adalah pupuk dengan kandungan Nitrogen, Phospor dan Kalium. Pupuk NPK sangat dibutuhkan untuk merangsang pertumbuhan buah, serta memperkuat batang dan akar.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina dan Pupuk...
Pertamina dan Pupuk Indonesia Jajaki Kolaborasi Strategis untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional
Spillify.io Hubungkan...
Spillify.io Hubungkan Brand dan Konsumen, Ngespill Produk Bisa Dapat Cuan
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
Operasikan Command Center,...
Operasikan Command Center, Pupuk Indonesia Perkuat Pengawasan Pupuk Subsidi
FAO Peringatkan Penutupan...
FAO Peringatkan Penutupan Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Harga Pangan Global dalam Setahun
Krisis Pupuk Akibat...
Krisis Pupuk Akibat Perang Iran, Uni Eropa Andalkan Kotoran Sapi
Imbas Selat Hormuz Ditutup,...
Imbas Selat Hormuz Ditutup, Prabowo Ungkap Banyak Negara Minta Pupuk dari Indonesia
Rekomendasi
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Panggil Legislator yang...
Panggil Legislator yang Diduga Intimidasi Dokter Icha, Golkar Siapkan Sanksi
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved