Ekonom Beberkan Perlunya Pertamina Naikkan Harga LPG Nonsubsidi
Selasa, 28 Desember 2021 - 12:25 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Iran Incar Situs Nuklir Dimona Israel sebagai Target Rudalnya
"Dengan begitu, secara logis perubahan harga jual LPG nonsubsidi yang dilakukan oleh Pertamina yang berkisar Rp1.600-2.600 per kg masih dalam batas wajar, bahkan masih lebih rendah dibandingkan dengan di negara lain," ujarnya.
Sementara itu, mengenai kekhawatiran imbas perubahan harga memicu migrasi konsumen ke LPG 3 kg, Defiyan berharap pemerintah memastikan alokasi dan skema subsidi secara tepat sasaran. Dia menegaskan, hal ini penting karena konsumsi LPG bersubsidi secara nasional mencapai 92,5%.
"Tetapi kenaikan harga LPG nonsubsidi ini harus dipahami sebagai upaya menyelamatkan kinerja BUMN di tengah tekanan kenaikan harga migas dunia. Di sisi lain, adalah ruang yang wajar bagi perusahaan untuk menggunakan diskresinya guna menjaga proses bisnis dalam menanggapi berbagai perubahan," pungkasnya.
"Dengan begitu, secara logis perubahan harga jual LPG nonsubsidi yang dilakukan oleh Pertamina yang berkisar Rp1.600-2.600 per kg masih dalam batas wajar, bahkan masih lebih rendah dibandingkan dengan di negara lain," ujarnya.
Sementara itu, mengenai kekhawatiran imbas perubahan harga memicu migrasi konsumen ke LPG 3 kg, Defiyan berharap pemerintah memastikan alokasi dan skema subsidi secara tepat sasaran. Dia menegaskan, hal ini penting karena konsumsi LPG bersubsidi secara nasional mencapai 92,5%.
"Tetapi kenaikan harga LPG nonsubsidi ini harus dipahami sebagai upaya menyelamatkan kinerja BUMN di tengah tekanan kenaikan harga migas dunia. Di sisi lain, adalah ruang yang wajar bagi perusahaan untuk menggunakan diskresinya guna menjaga proses bisnis dalam menanggapi berbagai perubahan," pungkasnya.
(fai)
Lihat Juga :